Daerah  

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

Catatan 1 Juni 2025

pancasila-sebagai-pandangan-hidup-bangsa-indonesia
I Komang Warsa, Bendesa Alitan Kecamatan Rendang

Oleh: I Komang Warsa, Bendesa Alitan Kecamatan Rendang

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Genap sudah 80 tahun usia pancasila membarengi Indonesia dalam menunaikan bangsa yang merdeka dan menjadikan sebagai pandangan hidup bangsa (Way of Life). Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Way of Life) memilik arti bahwa semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara harus mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila baik di keluarga, sekolah, pemerintah maupun di kalangan masyarakat. Pancasila yang dilahirkan dari Ibu Indonesia adalah sebagai ibu kadung bukan dipandang sebagai ibu tiri.

Baca Juga : Langkah Progresif Gus Par-Pandu, Pemilahan Sampah Efektif Turunkan Volume Sampah

 

Jika Indonesia merasa sebagai ibu kandung Pancasila, maka wajib memelihara dan menjaganya. Sebaliknya Pancasila yang lahir dari Rahim Indonesia wajib juga memelihara Ibu pertiwi Indonesia melalui konsep lierasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila dilahirkan mencekram lima sila, tentu untuk menyatukan bangsa Indonesia yang dijuluki sebagai negara raksasa kebhinekaan.

Sebagai negara kebhinekaan sudah tentu memiliki potensi konflik baik vertical maupun horisontal. Dengan filosofi dan nilai-nilai luhur dari Pancasila akan bisa meredam potensi konflik menjadi sebagai kekuatan Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan sebagai bentuk perjanjian luhur bangsa bangsa Indonesia yang telah disepakati bersama untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga : Kedekatan Presiden Prabowo dan Megawati jadi Sorotan di Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025

 

Fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Way of Life) mengandung makna bahwa semua aktivitas kehidupan bangsa Indonesia dan sebagai petunjuk atau pedoman hidup dalam mengatur hubungan manusia dengan Tuhan yang yang dituangkan dalam sila pertama.

Hubungan manusia dengan manusia yang dituangkan dalam kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila ketiga dan keempat agar hidup penuh martabat. Koneksitas Pancasila dengan ajaran pancasrada juga mengimplementasikan nilai-nilai kehidupan. Pancasila yang berkelindan dengan konsep ajaran agama Hindu Bali yang disebut Tri Hita Karana dan pancasrada yang juga mengupas tentang Brahman (Tuhan), kemanusiaan (Atman), tentang karma kebijakan dalam menggapai persatuan dalam bermusyawarah demi sebuah keadilan. Semua terukir indah dalam pancasila dan pancasrada yang diperas menjadi konsep Tri Hita Karana.

Baca Juga : Wagub Giri Buka Konferprov PWI Bali, Siap Bersinergi Dengan Insan Pers

 

Pancasila sebagai dasar berkehidupan yang beradab didasari atas berkeyakinan terhadap Tuhan. Berkemanusiaan, bersatu dalam persatuan Indonesia, bermusyawarah yang bijaksana demi keadilan sebagai nilai-nilai pancasila. Pancasila yang lahir dari rahim Indonesia harus menjaga Indonesia jangan sampai rapuh apalagi mau mengganti ideologi negara Indonesia karena Pancasila sebagai perangkat nilai dasar yang sudah ditulis dalam kurikulum kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika pancasila tidak menjaga Indonesia ibaratnya anak yang tidak ingat orang tuanya.

Ibu pancasila adalah Indonesia wajib juga menjaga anak kandungnya agar tumbuh menjadi anak yang menjaga ibunya sebagai bentuk mutualisme kehidupan. Pancasila harus menyusu segara empahan dari ibu Indonesia untuk bertumbuh sebagai “Agent of Change” agen perubahan bangsa menuju bangsa yang tangguh kuat dan sebagai macannya asia. Selamat ulang tahun ke-80 untuk pancasila semoga bisa menjaga ibu Indonesia sebagai ibu kandung Pancasila.

Salam Pancasila! Jayalah Ibuku “Indonesia”.