Daerah  

Pasang 4 Titik Alat Pencatat Gempa, BMKG Survey Lokasi ke Bangli


BANGLI — Badan Meteorogi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Pusat melakukan survey lokasi untuk pemasangan – pemasangan Intensitymeter (alat pencatat getaran gempa tektonik/gempa bumi), Selasa (3/9/19).

Dalam melakukan survey, rombongan BMKG Pusat didampingi Kalaksa BPBD Bangli, I Wayan Karmawan S.Pd,M.Si. Alat detiksi terebut dipasang, mengingat Bangli termasuk wilayah yang memiliki geografis yang rawan gempa.



Dalam siaran perss nya, I Wayan Karmawan, mengatakan, di Indonesia tahun ini terpasang 144 buah Intensitymeter, 54 ditarannya dipasang di Bali termasuk Bangli.

“Empat alat yang terpasang disini (Bangli) berdasarkan citra satelit BMKG, titik koordinat sangat kuat. Nantinya alat tersebut akan memberikan sinyal ketika terjadi gempa bumi,” jelasnya.

Dijelaskan 4 alat pendeteksi itu, dua titik dipasang di wilayah Kintamani, yakni kantor Camat Kintamani, dan Kantor Desa Mengani, satu titik di pasang kantor BPBD Bangli, dan satu titik lagi dipasang di Kecamatan Tembuku, yakni di Desa Yangapi.


Baca :

 


“Untuk di Desa Mengani selain dipasang alat Intesitymeter juga akan dibangun untuk pemasangan alat seismograf (alat pencatat gempa bumi,” ungkap Karmawan.

Alat-alat tersebut, lanjut dia bukan bantuan hibah, namun Pemkab Karangasem hanya memfasilitasi peminjaman lahan sedangkan pengelolanya tetap berada dipihak BMKG Wilayah III Denpasar.

“Semoga dengan terpasangnya sistem pendeteksi gempa bumi ini, menjadikan diseminasi gempa bumi semangkin cepat dan akurat bisa disampaikan ke masyarakat,” tandasnya. (sum/tio)