Pasca Galungan, Volume Sampah di Denpasar Meningkat

Volume sampah di Kota Madya Denpasar mengalami peningkatan Pasca perayaan Hari Raya Galungan. Peningkatan mencapai 20 persen dari jumlah rata-rata harian 800-950 ton per hari.

DENPASAR— Volume sampah di Kota Madya Denpasar mengalami peningkatan Pasca perayaan Hari Raya Galungan. Data yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, peningkatan volume sampah mencapai 20-30 persen dari jumlah rata-rata harian 800-950 ton per hari.

Terhadap tumpukan sampah itu, Sekda Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana  juga ikut melakukan  pemantauan terhdap optimalisasi pengangkutan sampah di beberapa tempat pembuangan sementara (TPS).

“Pemantauan dilakukan untuk memastikan pengangkutan sampah dapat dioptimalkan. Sehingga tidak terjadi penumpukan sampah yang terlalu lama di TPS Kota Denpasar,” kata Sekda Alit Wiradana, kepada balifactualnews.com, Jumat (10/6/2022).

Sebelumnya, Kepala Dinas lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, IB Putra Wirabawaa menjelaskan, volume sampah di Kota Denpasar berkisar antara 800-950 ton per hari. Namun, pasca hari raya Galungan meningkat 20-30 persen.

“Secara umum DLHK Kota Denpasar setiap menyambut hari besar keagamaan selalu siaga. Karena lonjakan volume sampah cenderung meningkat saat hari besar keagamaan, ”ucap IB Putra Wirabawa.

Dikatakan, antisipasi penanganan lonjakan sampah dilaksanakan dengan mengintensifkan seluruh personel.  Dari 13 TPS  sebanyak 1.420 tanaga kebersihan yang bertugas  melakukan penanganan dengan 40 armada truk dibantu moci di masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan.

”Kami selalu bersinergi dengan semua elemen hingga desa/lurah guna menangani sampah hari besar keagamaan Galungan dan Kuningan,” ungkapnya.

Lonjakan sampah pasca Galungan, lanjut pria yang akrab disapa Gustra itu,galungan,tersebut didominiasi bahan organik sebagian besar sampah sisa upacara dari rangkaian janur.  Terhadap kondisi itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat turut andil meminimalisir jumlah sampah saat hari raya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan an organik sebelum dibuang untuk memberikan kemudahan dalam penanganan lanjutan.

”Kami mengajak masyarakat menjaga kebersihan dengan memilah sampah dan membuang sampah sesuai jam yang ditentukan oleh swakelola sampah. Sehingga sampah tidak menumpuk dipinggir jalan, dan kerjasama ini sangat penting menuju Kota Denpasar bersih dan asri,” pungkasnya. (rus/tio/bfn)