DENPASAR, Balifactualnews.com – Sebayak 14 atlet bulutangkis penghuni tim pra-PON Bulutangkis Bali (7 putra dan 7 putri, bakal dimasukkan Training Centre (TC) oleh Pengprov PBSI Bali. Rencananya TC dipusatkan di GOR Bulutangkis Anugerah Denpasar dan para pebulutangkis putra dan putri tersebut akan disiapkan tempat untuk tinggal.
Proyeksi itu diutarakan manajer tim pra-PON Bulutangkis Chandra Kusuma. Diakuinya latihan rutin selama sepekan akan dinaikkan intensitasnya menjadi 11 kali latihan baik fisik maupun teknik. TC ini bakal dimulai pada Senin (26/6/2023).
“Proyeksi kami latihan 11 kali dalam sepekan itu terinci lima hari selama sepekan akan dilakukan latihan pagi dan sore, satu hari lagi latihan pagi untuk fisik dan sau hari di hari Minggu libur. Kami harus mengejar waktu memoles para pebulutangkis pra-PON Bali yang hanya tinggal 1,5 bulan sebelum akhirnyaturun di pra-PON pada bulan Agustus 2023 di Yogyakarta,” kata Chandra Kusuma di GOR Anugerah Denpasar, Selasa (20/6/2023).
Saat digembleng latihan rutin lanjut pria yang juga Wakil Ketua I Pengprov PBSI Bali itu, para pebulutangkis putra dan putri itu akan didampingi empat pelatih yang terdiri dari Romadon, Romario, Nusantara dan Ketut Ariani. Termasuk satu ofisial yakni Ketut Mahadewi dan koordinator, Ketut Arjana.
“Para pelatih itu dipilih karena selain muda dan merupakan mantan pebulutangkis juga mereka memiliki waktu banyak untuk melatih para pebulutangkis pra-PON tersebut. Termasuk juga bisa dijadikan sparing partner antara pelatih dan atlet,” terang Chandra Kusuma.
Lalu bagaimana dengan kedisplinan pebulutangkis itu sendiri ? Chandra Kusuma memaparkan untuk semua itu makanya pebulutangkis pra-PON akan disiapkan tempat tinggal seperti di siapkan kos-kosan. “Jadi tidak ada alas an tidak disiplin karena mereka akan bersama-sama tinggal dan akan bersama-sama latihan. Kalau soal try out mungkin kami tidak bisa melakukan karena waktunya mepet, namun kemungkinan nanti akan mengundang tim bulutangkis pra-PON provinsi lainnya untuk ke Bali dan dilakukan sparing,” demikian Cahndra Kusuma. (ena/bfn)













