Pengamanan Arus Mudik Lebaran, BNNK Karangasem Tes Urine Sopir dan Penumpang

pengamanan-arus-mudik-lebaran-bnnk-karangasem-tes-urine-sopir-dan-penumpang
BNNK Karangasem Tes Urine Sopir dan Pemudik, di Pelabuhan Padangbai, Rabu (19/4).
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem, terlibat dalam pengamanan arus mudik lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah dengan melakukan tes urine sopir dan para pemudik di Pelabuhan Padangbai, Rabu (19/4).

Kepala BNNK Karangasem, AKBP Tri Kuncoro, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama pengamanan arus mudik lebaran bersifat insidentil. Dari 20 penumpang (pemudik) dan sopir yang urine nya di tes keseluruhan hasilnya negatif.

“Test urine kami lakukan kepada sopir dan penumpang sebagai upaya cegah dini agar mudik lebaran terbebas dari gangguan narkotika. Giat ini juga merujuk instruksi dari pimpinan kami di BNN dan berlaku di semua pelabuhan di seluruh Indonesia,” terang AKBP Kuncoro.

Selain melakukan tes urine, kata Koncoro, pihaknya juga selalu memberikan himbauan kepada para pemudik dan sopir tentang tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, dan melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap orang, barang dan tempat yang diduga sebagai media penyalahgunaan narkotika.

“Hasil pelacakan K9 BNNP Bali, sampai saat ini belum barang terlarang berupa narkotika yang dibawa oleh sopir dan pemudik. Mudah-mudahan situasi kondusif ini tidak hanya terjadi saat mudik lebaran, saat arus balik nanti situasi kondusif di pintu masuk Pelabuhan Padangbai dari peredaran narkotika masih tetap bisa terjaga,” ucapnya.

Dikatakan, selama pengawasan dilakukan, BNNK Karangasem tetap memperharikan kenyamanan pengguna jasa transportasi dan kelancaran arus mudik lebaran. “Pelabuhan Padangbai, menjadi salah satu fokus dari tiga lokasi pengamanan arus mudik oleh pemerintah daerah Bali, selain sebagai akses penyebrangan transportasi laut ke pelabuhan Lembar Lombok, juga merupakan kawasan bahari yang memiliki pantai blue lagoon dan pantai bias tugel yang sering dikunjungi wisatawan penggemar snorkling maupun scuba diving. Ini juga menjadi fokus perhatian kami terhadap kemungkinan terjadinya penyalahgunaan narkotika,” pungkas AKBP Kuncoro (tio/bfn)