PHRI Sarankan Stop Promosi ke Luar Negeri


KARANGASEM, Balifactualnews.com Tingkat hunian hotel di Karangasem belakangan ini turun 50 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat pelaku pariwisata di Kabupaten Karangasem kelimpungan. Padahal semestinya sejak Juli lalu semestinya para wisatawan sudah mulai berdatangan, apalagi saat high season, namun periode itu tidak banyak juga ada peningkatan. Hal ini dikemukakan oleh ketua PHRI Karangasem Wayan Kariasa, saat ditemui tim Balifactualnews, Selasa (1/10/19).



Untuk itu Kariasa menyarankan agar promosi keluar negeri di hentikan saja, karena cara itu juga tidak terlalu banyak pengaruhnya. Disamping itu promosi keluar negeri juga cukup mahal. Untuk sementara melakukan promosi cukup dengan digital marketing saja. Medsos juga sangat efektif digunakan untuk promosi, cara ini diakuinya cukup positif.

Sementara lesunya kunjungan wisatawan juga karena pengaruh lesunya ekonomi dunia. Dan PHRI berharap agar pemkab Karangasem lebih gencar melakukan festival sebagai ajang promosi karena cara ini bisa mendatangkan wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten paling timur Bali ini, yang memang mempunyai daya tarik tersendiri sebagai salah satu destinasi wisata dunia pada umumnya dan Bali pada khususnya.



“Menurut saya, promosi ke luar negeri sudah cukup, lebih baik biaya promosi ke luar negeri itu dipergunakan untuk menyelenggarakan festival lain yang bisa menggali lebih banyak potensi daerah Karangasem untuk dipromosikan,” ujar Kariasa menambahkan. (ani/ger)

Exit mobile version