Piutang Pajak di Karangasem Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

piutang-pajak-di-karangasem-tinggi-ternyata-ini-penyebabnya
Wayan Ardika, Kepala BPKAD Karangasem
banner 120x600

KARANGASEM,Balifactualnews.com—Pemerintah pusat mewariskan tunggakan pajak di Kabupaten Karangasem mencapai puluhan miliar.  Tunggakan pajak terbesar masih huni  sektor  pajak bumi dan bangunan (PBB), disusul pajak hotel, restaurant dan pajak pertambangan mineral bukan logam dan bebatuan (MBLB)

Kepala Badan Pengelolaan  Keuangan dan Aset (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika,  kepada wartawan Kamis (18/8/2022) mengakui hal itu. Dia mengatakan,  pajak PBB  hampir mencapai 60  miliar.

“Tingginya tunggakan  pajak PBB ini karena warisan pemerintah pusat. Sebelumnya pajak  PBB ditangani  Direktorat Jenderal  Pajak, dan dilimpahkan ke daerah bulan Januari 2014,” ungkap Ardika.

Ardika menegaskan tunggakan  pajak PBB   di wilayahnya sejak dari dulu angkanya sudah besar.  Kondisi ini juga diperparah minimnya kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Menyikapi hal itu,  pihaknya terus melakukan upaya-upaya menyadarkan wajib pajak  untuk memenuhi kewajibannya  membayar pajak.

Sementara itu, tunggakan pajak pada pertambangan MBLB dari usaha yang sudah berizin hampir mencapai 9,6 miliar, disusul pajak PHR.  Pemulihan  keuangan negara pada piutang pajak pada  pertambangan MBLB dan PHR sudah dilakukan  dengan menggandeng Kejari Karangasem. Belum sebulan  gerakkan itu dilakukan sudah berhasil menagih piutang pajak sebesar Rp 1 miliar.

“Kejaksaan  sangat membantu kami dalam melakukan penagihan pitang pajak .  Kami terus bergerak  persuasive melakukan  penagihan tunggakan pajak. Pendekatan ini kami lakukan dengan  melibatkan pihak  pemerintahan desa. “Mudah-mudahan dengan langkah ini,  wajib pajak semakin sadar untuk memenuhi kewajibannya untuk membayar tunggakan pajak yang masih dimiliki,” harap Ardika. (tio/bfn)