PJSI Bali Wajib Kerja Keras Pertahankan 6 Emas PON

pjsi-bali-wajib-kerja-keras-pertahankan-6-emas-pon
Judoka putri Bali Anny Pandini peraih emas PON Papua pensiun jadi atlet. (Foto : bfn/ena)

DENPASAR, Balifactualnews.com– Mempertahankan 6 medali emas yang diraih di PON XX/2020 di Papua silam guna direalisasikan pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) dinilai cukup berat. Pasalnya ada dua judoka putri peraih 2 emas PON Papua yakni Anny Pandini mengundurkan diri dan Guna Kakihara Kembali fokus membela Jepang.

“Ya memang berat tapi kami siap bekerja keras untuk mengirimkan judoka yang bisa memberikan prestasi terbaik bagi Bali. Tapi peraih empat emas lainnya masih membela Bali. Ini tantangan berat yag harus kami lakukan,” kata Ketua II Pengprov PJSI Bali Agus Putra Adnyana di Denpasar, Minggu (22/1/2023).

Pertimbangan berat tak hanya terkait dengan mundurnya dua judoka putri tersebut lanjutnya, namun beberapa provinsi sudah jauh-jauh bulan telah menggelar Pelatihan Daerah (Pelatda) serta mempersiapkan judoka pelapis senior.

“Ada daerah seperti Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta telah melakukan itu semua, baik pelatda senior maupun pelatda pelapisnya. Dan itu sudah terlihat pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun lalu. Bahkan Sumut yang merupakan salah satu calon tuan rumah PON XXI juga sudah mulai kelihatan dengan judoka tangguhnya,” tambah Agus.

Inilai yang harus diantisipasi Bali. Bali sendiri bahkan kini masih belum ada pelatda dan judoka andalan masih berlatih di pengkab./pengkot masing-masing. Semetara judoka nasional asal Bali berlatih di pelatnas.
“Pastinya kami akan mempersiapkan judoka terbaik Bali di pra-PON yang dibentuk dengan pengumpulan poin di even-even nasional yang diakumulasikan sampai setahun ini. Dan poin lolos ke PON tahun 2024 pastinya ditentukan oleh PB PJSI. Ada empat even nasional dalam tahun 2023 itu yang nantinya memiliki poin untuk dasar lolos PON,” tutup Agus. (ena/bfn)