Utama  

Polisi Buleleng, Tembak Pencuri di Rumah WNA, 1 Buron

banner 120x600

________________________________________________________________________________

BULELENG—Polisi Polsek Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, menembak salah seorang pencuri karena melawan. Pelaku bernama Kadek Ramiada alias Petran (30). Dia ditembak dibagian tangan kanan saat petugas menyergapnya dalam aksi pencurian yang dilakukan di rumah seorang warga negara asing (WNA) bernama Richard di wilayah Desa Kalibukbuk, Minggu (31/3/2019) sekitar pukul 01.00 wita.

Petran beraksi tidak sendirian, dia ditemani Sumaru yang berhasil kabur dari kejaran polisi. Pihak kepolisian menetapkan Sumaru yang belum diketahui keberadaannya itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Informasi dihimpun, penangkapan kedua pelaku berawal dari kecurigaan warga, bahwa di rumah milik WNA itu sedang terjadi pencurian. Kecurigaan warga sangat beralasan. Pasalnya, pelaku lama tidak muncul-muncul dari rumah korban.
Kecurigaan warga itu lantas diteruskan ke Polisi.

Tak berselang lama dari laporan warga itu, jajaran Polsek Kota Singaraja datang ke TKP. Pengawasan diperketat dan sekitar pukul 03.30 wita, kedua pelaku keluar dengan mengendarai motor yamaha Mio DK 6049 CK menuju ke arah barat yang melintasi jalan di simpang Lovina. Tak mau kehilangan jejak, polisi lantas mengejar pelaku yang kedapatan membawa karung plastik.

Bahkan salah satu pelaku yang saat itu dibonceng, itu adalah Sumaru yang juga merupakan DPO dari Polsek Gerokgak. Kejar-kejaran terjadi, karena pelaku tak mengindahkan peringatan polisi, tangan kanan Petran yang sedang mengendarai sepeda motor langsung dihadiahi timah panas. Dia tersungkur ke aspal.

Sedangkan Sumaru berhasil kabur dari kejaran petugas. Mengetahui sepeda motor yang dibawa Petran oleng, Sumaru dengan cepat meloncat menghilang dari kejaran polisi. Petran yang roboh karena sepeda motornya membentur rambu-rabu lalu lintas langsung diborgol. Saat bersamaan petugas juga berhasil mengamankan kantong plastik yang didalamnya berisi barang-barang berharga milik korban.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. AA. Wiranata Kusuma, membenarkan kejadian penangkapan tersebut. Dia mengatakan satu pelaku berhasil kabur dan kini masih dalam pengejaran.

“Satu pelaku kita lumpuhkan karena melawan dan tidak mengindahkan peringatan dari petugas,” jelas Kapolsek Wiranata.

Atas ulahnya itu, lanjut Kapolsek, Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara. (sri)