Sambut Pilkada Karangasem, DPM-Keris Bali Deklarasikan Paket Karisma

I Wayan Kari subali (tengah baju hitam) dan I Ketut Ismaya Jaya (tengah baju jaket merah) menyatakan kesiapannya maju dalam Pilkada Karangasem melalui jalur independen.
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Dewan Perwakilan Massa (DPM) bersama Yayasan Keris Bali,  mendeklarasikan I Wayan Kari Subali dan I Ketut Putra Ismaya Jaya sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem  untuk diusung pada Pilkada, 27 November 2024 mendatang.

Deklarasi pasangan calon  dengan nama Karisma (Kari Subali-Ismaya Jaya) yang dipusatkan di Posko pemenangan Jalan Untung Surapati, Amlapura,  Rabu (30/4/2024), itu dihadiri perwakilan pengurus dari delapan Kecamatan dan Yayasan Keris Bali yang ada di Karangasem.

Koordinator  Deklarasi pasangan Karisma, Cokorda Eka,  ditemui di sela-sela kegiatan  mengatakan,  pihaknya mendeklarasikan  pencetus DPM Bali dan pendiri Yayasan Keris Bali sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem melalui jalur independen, karena  keduanya dinilai memiliki rekam jejak yang jelas  dalam membantu masyarakat miskin.

“Kami sangat tahu sosok Pak Kari Subali  yang sangat merakyat. Selain berkomitmen dalam pemberantasan korupsi,  selama bertugas sebagai anggota DPRD beliau juga sangat intens memperjuangkan nasib masyarakat miskin,” ungkap Cok Eka.

Ketut Ismaya Jaya  yang akrab disapa Jro Bima, lanjut Cok Eka, juga memiliki kepedulian sosial yang sama. Melalui Yayasan Keris Bali yang dibentuknya, Ismaya Jaya   selalu hadir ditengah kesusahan masyarakat, sambil menyalurkan bantuan sosial. Bukan itu saja, Ismaya Jaya  juga dinilai sangat serius dalam menjaga adat dan budaya  Bali sesuai dresta yang ada.

“Dua tokoh  pergerakkan massa ini memiliki visi yang sama dalam memperjuangkan nasib masyarakat miskin. Beliau sangat tepat untuk memimpin Karangasem kedepan,” ucap Cok Eka.

Cok Eka mengakui, langkah Kari Subali dan Ketut Ismaya Jaya menuju Pilkada Karangasem melalui jalur independen bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya paket ini harus menyertakan 32 ribu dukungan dari jumlah penduduk yang ada di Karangasem. Kendati demikian jalur independen yang dipilihnya sudah berdasarkan perhitungan yang cermat.

“Memang tidak mudah, tapi kami memiliki keyakinan untuk ini. Dari persyaratan  32 ribu dukungan KTP yang ditentukan KPU berdasarkan jumlah penduduk Karangasem yang ada sekarang, saat ini sudah terkumpul sebanyak 15 ribu KTP,” kata Cok Eka.

Sementara itu, baik Karisubali maupun Ketut Ismaya Jaya, siap untuk mengemban amanah itu. “Kami siap ngayah untuk Karangasem,” kata Ismaya. (tio/bfn)