Sayat Perut Usus Terburai, Wanita Asal Kubu Dilarikan ke Rumah Sakit

sayat-perut-usus-terburai-wanita-asal-kubu-dilarikan-ke-rumah-sakit
Korban NNC saat dirakan ke IGD RSUD Karangasem
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Mengerikan! Kata itu sangat tepat untuk menggambarkan peristiwa berdarah yang menimpa  seorang wanita  berisial NNC (60) asal Banjar Batudawa, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Sabtu (25/2/2023).

Tanpa musabab, wanita paruh baya yang bekerja sebagai petani, nekat menyayat perut sendiri dengan pisau dapur hingga ususnya terburai. Korban juga nekat menyayat lehernya. Darah yang terus mengucur membuat dia lemas dan harus dilarikan ke Puskesmas Kubu 1 agar bisa mendapatkan pertolongan lebih cepat. Namun kondisi korban yang semakin kritis, pihak Puskesmas Kubu lantas merujuknya ke RSUD Karangasem.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum menyayat leher dan perut dengan pisau dapur, pagi hari korban NNC seperti biasa melaksanakan rutinitas memasak, dan dilanjutkan ke ladang untuk memanen kacang tanah.

Sekitar pukul 12.30 Wita, wilayah Batudawa sedang diguyur hujan gerimis, dan korban pamit mendahului pulang kepada suaminya IWD.  

Saat  pamit mendahului  pulang ke rumah, korban tidak menunjukkan gelagat aneh kepada suaminya.  Ini juga yang membuat IWD membiarkan istrinya pulang sendirian, sedangkan dia melanjutkan untuk panen kacang tanah di ladangnya.

Satu jam berselang, sekitar pukul  13.00 Wita, IWD berhenti panen kacang dan menyusul korban pulang ke rumah. Dalam perjalanan menuju rumah IWD tak memiliki firasat apa-apa. Tapi saat tiba di rumah,  dia tersentak dan mendadak panic karena mendapati istrinya terkapar bersimbah darah di dapur dengan usus terburai.  

Mendapati istrinya sekarat, Dogolan menjerit hesteris minta tolong kepada tetangga membawa korban ke Puskesmas Kubu 1 agar cepat mendapat pertolongan. Luka  serius pada leher dan perut yang diderita  akibat sayatan pisau dapur, membuat tim medis Puskesmas Kubu 1 merujuknya ke RSUD Karangasem.

Kapolsek Kubu AKP Ida Bagus Astawa, seijin Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna, membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, korban sempat mendapatkan penanganan di IGD RSUD Karangasem, namun karena luka  sayat yang dideritanya cukup serius korban akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah.

“Ya, korban sekarang  sudah dirujuk  ke RSUP Sanglah.  Saat ini kami masih mendalami motif percobaan bunuh diri yang dilakukan korban,” ucap AKP Ida Bagus Astawa.

Keterangan dari suami korban, lanjut AKP Ida Bagus Astawa, bahwa korban selama ini  menjalani rawat jalan karena  menderita Insomnia. Ada dugaan  sakit yang diderita menjadi penyebab korban nekat ingin mengakhiri hidup dengan menyayat leher dan perutnya.

“Penuturan pihak keluarga (suami korban) sih begitu, tapi kami masih mendalaminya terhadap kemungkinan ada motif lain dibalik percobaan bunuh diri yang dilakukan korban,” pungkas AKP Ida Bagus Astawa. (tio/bfn)