Sedot Anggaran Rp 1,2 Miliar, Jembatan Asak-Subagan Segera Dibangun

“Saya turun ke lokasi jembatan untuk memastikan kondisi fisik jembatan yang ada. Pembangunannya akan terus kita pantau, agar  rekanan yang mengerjakan proyek ini tidak asal-asalan”

(Bupati Karangasem I Gede Dana) 


Bupati Gede Dana saat meninjau kondisi jembatan Asak-Subagan yang jebol akibat diterjang banjir lahar dingin Gunung Agung. Tahun ini jembatan yang rusak mulai dibangun dengan anggaran Rp 1,2 miliar


KARANGASEM, Balifactualnews.com – Jembatan Subagan-Asak, Kelurahan Karangasem yang sudah ambruk akibat diterjang banjir lahar dingin Gunung Agung, segera dibangun. Kepastian itu disampaikan Bupati Karangasem I Gede Dana, usai meninjau kondisi jembatan pelintas tersebut, Senin 26 Juli 2021.

Peninjauan yang dilakukan bupati sebelum jembatan dibangun, bertujuan agar proyek yang menyedot anggaran sebesar Rp 1, miliar itu tidak digarap asal-asalan.
“Saya turun ke lokasi jembatan untuk memastikan kondisi fisik jembatan yang ada. Rekanan yang mengerjakan proyek ini jangan coba-coba menggarapnya dengan asal-asalan. Pembangunan jembatan ini akan terus kita pantau, agar pengerjaanya betul-betul berkualitas, sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu lama oleh masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati Dana juga mewanti-wanti rekanan yang mengerjakan proyek jembatan lainnya. Utamakan kualitas pengerjaan agar tidak ambruk sebelum berusia satu tahun. Penegasan itu disampaikan Bupati agar tidak menimbulkan kekecewaan masyarakat.

Jebolnya jembatan Asak-Subagan sangat amat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Jembatan terse but merupakan salah satu jalur alternatif utama yang cukup padat menuju Kota Amlapura maupun sebaliknya. Sejak ambruk, warga harus memutar cukup jauh untuk menuju Kota Amlapura.

Sebaliknya, masyarakat sekitar menyambut dengan gembira setelah Permkab Karangasem memastikan jembatan Asak-Subagan dibangun tahun ini. “Ne mare pesaje (apa adanya), apa yang telah dijanjikan saat kampenye dulu sekarang mulai ditepati oleh Bapak Bupati Gede Dana,” ucap Ngurah, salah seorang warga Subagan Desa.

Pantauan dilapangan Bupati Gede Dana turun ke lokasi jembatan bersama anggota DPRD Karangasem Dapil Kecamatan Karangasem, diantarannya Nyoman Winata dan Nengah Suparta. Selain itu Camat Karangaem Cokorda Alit Surya Prabawa dan Kabid Bina Marga Dinas PU I Wayan Surata Jaya, serta instansi terkait lainnya juga ikut mendampingi.

Baca : Bupati Dana Salurkan 3000 Paket Beras Kemensos

Bukan hanya itu Lurah Subagan Ida Ketut Putra, Bhabinkamtibmas Subagan dan Tenaga Ahli CV. Karya Budi Arta I Gede Budiartawan juga hadir dalam peninjauan itu. Hal itu dilakukan agar apa menjadi arahan Bupati dapat tersampaikan dengan baik dan didengar langsung masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Gede Dana menanyakan banyak hal. Dimulai ikhwal jembatan ambruk, hingga detail struktur jembatan yang akan dibangun. Pertanyaan yang diajukan Bupati untuk memastikan agar pembangunan jembatan Asak-Subagan mampu bertahan lama.

“Saya ingin pastikan jembatan ini dibangun dengan baik. Jangan cepat jebol lagi. Masyarakat juga harus ikut serta mengawasi pengerjaannya,” harap Bupati Gede Dana.

Bupati juga memperingatkan kontraktor pelaksana, agar mampu menghasilkan fisik jembatan sesuai perencanaan. Sebab, ekspektasi masyarakat terhadap jembatan ini sangat besar, karena warga dari kedua desa selama ini sangat terbantu dengan adanya jembatan tersebut. Situasi demikian terlihat ketika jembatan ini bertahun-tahun rusak tanpa ada perbaikan dari pemerintah daerah, protes masyarakat sangat besar. Bahkan, terus mempertanyakan, kenapa jembatan ini sebelumnya tak kunjung diperbaiki.

Sementara itu, pembanguna jembatan /box Culvert TK.Subagan 3 Ruas Jalan Subagan-Asak ini menelan anggaran dari APBD Karangasem Tahun Anggaran 2021 senilai Rp 1.212.058.000. Proyek ini dikerjakan selama 150 hari kalender oleh Kontraktor Pelaksana CV. Karya Budi Arta. Bupati Gede Dana juga menegaskan, pengerjaan proyek jembatan lainnya juga harus demikian. Utamakan kualitas pengerjaan agar baru selesai tidak ambruk lagi, sehingga menimbulkan kekecewaan masyarakat. (*ger/bfn)