Selama Operasi Zebra Agung, Lakalantas di Karangasem Turun 43 Persen

selama-operasi-zebra-agung-lakalantas-di-karangasem-turun-43-persen
Kasat Lantas Polres Karangasem, Iptu I Gusti Agung Putu Maha Putra, saat memimpin langsung Operasi Zebra Agung tahun 2025 di wilayah hukum Polres Karangasem

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Strategi humanis yang diterapkan Polres Karangasem selama Operasi Zebra Agung 2025 membuahkan hasil nyata. Melalui pendekatan persuasif dan edukatif kepada pengendara, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Karangasem berhasil ditekan secara signifikan.

Gelaran operasi yang berlangsung dari 17 hingga 30 November 2025 itu mencatat penurunan kecelakaan hingga 43 persen, dibandingkan pelaksanaan tahun 2024. Jika tahun lalu terdapat 14 kasus, tahun ini Posko Operasi Zebra Agung mencatat hanya 8 kasus. Meski demikian, satu korban meninggal dunia tercatat pada periode 2025, disertai 12 korban luka ringan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, operasi kali ini nyaris tanpa penilangan langsung. Tidak ada tilang manual yang diterapkan, hanya beberapa pelanggaran yang diproses melalui ETLE statis. Namun upaya penegakan disiplin tetap berjalan melalui teguran, yang justru melonjak lebih dari 500 persen, dari 167 teguran menjadi 1.008 teguran.

Kasat Lantas Polres Karangasem, Iptu I Gusti Agung Putu Maha Putra, menegaskan bahwa Operasi Zebra tahun ini memang dirancang dengan menempatkan edukasi sebagai ujung tombak.

“Operasi Zebra Agung 2025 ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum. Kami ingin mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis agar masyarakat benar-benar memahami arti keselamatan. Upaya ini terbukti cukup efektif menekan angka lakalantas,” jelasnya, Selasa (2/12).

Dalam setiap patroli, petugas melakukan sosialisasi mengenai penggunaan helm berstandar SNI, kewajiban membawa surat kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas. Pengendara juga diimbau untuk tidak berkendara saat mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol dua faktor yang kerap menjadi pemicu kecelakaan.

Pendekatan komunikatif dan ramah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengendara menilai pola operasi tahun ini lebih membangun kesadaran berkendara daripada sekadar melakukan penindakan. (tio/bfn)