MATARAM, Balifactualnews.com – Di balik meja resepsionis Hotel Aston Mataram, Ni Komang Indah Tania tampak sibuk melayani tamu yang hendak menikmati breakfast. Senyumnya sesekali mengembang, menyambut setiap tamu dengan keramahan khas seorang petugas hotel.
Wajahnya yang ayu, berkulit kuning langsat, semakin mudah dikenali dengan dua tahi lalat yang menghiasi pipinya. Ada pesona tersendiri ketika senyum ramah itu mengiringi kesibukannya melayani tamu.
Namun, di balik keramahan yang selalu disuguhkan, tersimpan rindu yang tak mudah disembunyikan. Perempuan kelahiran Denpasar yang juga anggota Bhayangkari Lombok Utara ini mengaku ingin segera pulang ke Bali.
“Saya mau ke Bali, Pak. Kasihan orang tua di rumah,” ujarnya.
Kerinduan Tania bukan hanya kepada orang tua di kampung halaman. Ada pula rindu kepada sang suami, I Gede Dwi Aprantayana Utama, anggota Brimob Polres Lombok Utara yang saat ini sedang menjalankan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Kalimantan Tengah.
Sebagai istri anggota Polri, Tania tentu memahami bahwa tugas negara terkadang harus didahulukan. Namun, di balik ketegaran itu, ada kerinduan sederhana, bisa kembali berkumpul bersama suami dan keluarga, tanpa harus dipisahkan jarak dan penugasan.
Bali menjadi tempat orang tua menunggu, sementara tugas sang suami membentang hingga Kalimantan Tengah. Tania sendiri tetap menjalani rutinitasnya di Mataram, menyapa tamu dengan senyum yang tak boleh ikut libur meski hati sedang merindukan keluarga.
Bagi para tamu, Mataram hanyalah tempat singgah untuk beristirahat. Tetapi bagi Tania, kota ini menjadi tempat mencari nafkah sekaligus tempat belajar tentang arti kesabaran menunggu kepulangan orang tercinta.
Senyumnya tetap tinggal di Aston, tetapi rindunya berkelana ke Bali dan Kalimantan. Sebab, bagi seorang istri, sejauh apa pun tugas memanggil suami, rumah tetap menjadi tempat paling ingin dituju bersama. (tio/bfn)
