Serba Terbatas, KONI Klungkung Bersukur Rebut Rangking 5 Porprov Bali ke XV

serba-terbatas-koni-klungkung-bersukur-rebut-rangking-5-porprov-bali-ke-xv
Ketua KONI Klungkung I Wayan Subamia.,S.E
banner 120x600
Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia,SE saat jumpa Perss dengan media.
SEMARAPURA, Balifactualnews.com –  Walaupun sarana dan dana terbatas ,KONI Klungkung patut bersukur bisa menyodok Kabupaten lainnya di rangking 5 ,diajang porprop Bali ke XV baru baru ini. Keberhasilan  menempati posisi ke-5 pada helatan Porprov Bali ke XV tahun 2022 ini,merupalan prestasi yang cukup mencengangkan bagi Klungkung. Dan  ini sudah dianggap sangat baik bagi Klungkung, ditengah segala keterbatasan mulai dari persiapan, sarana prasarana, hingga anggaran yang disiapkan. Dengan posisi ini, KONI Klungkung kedepan akan fokus membangun pemahaman yang sama antar stakeholder di Klungkung tentang olahraga.
Fakta kontingen Klungkung berada di posisi ke-5 dengan raihan 25 emas, 42 perak, dan 63 perunggu dari 40 cabang olahraga yang diikuti.
Keberhasilan itu diungkapkan langsung Ketua KONI Klungkung I Wayan Subamia saat jumpa perss dengan media biro Klungkung. Menurutnya, sejak awal memang memasang target finish di posisi tengah pada  Porprov Bali ke XV tahun 2022. Jika mempertimbangan kondisi demografis dan kondisi anggaran, posisi 5 bagi Klungkung sudah sangat baik.
“Hasil di posisi 5 ini, sudah patut sangat kita syukuri,” ungkap Wayan Subamia baru baru ini.
Medali emas terbanyak didapatkan dari Cabor Muaytai dengan 6 medali emas, sekaligus membawa Klungkung sebagai juara umum pada cabor ini.
Disusul Wushu dengan tiga medali emas, serta cabor selam dan yudo masing-masing 2 medali emas.
“Beberapa cabor yang tidak kami unggulkan, berhasil meraih emas seperti misalnya cabor balap sepeda dan angkat besi putri,” jelasnya.
Sementara ada juga beberapa cabang unggulan yang diunggulkan, justru gagal meraih emas maksimal. Seperti tenis meja, karate, dan panjat tebing, cabor renang yang biasanya selalu mendulang emas namun kali ini nihil .
“Karate ada beberapa kendala, karena ada atlet kami yang harus menjalankan tugas lain di luar olah raga. Sementara panjat tebing memang sedang regenerasi atlet,” ungkapnya.
Kedepan evaluasi terus akan dilakukan, terhadap cabor-cabor yang tidak berkembang. Jika suatu cabor tidak menunjukan tren positif, akan dibekukan agar dan fokus mengembangkan cabor unggulan.
” Jika ada cabor yang jelas jelas tidak menorehkan prestasi dan tidak mau berbenah ya kita bekukan saja cabornya,” ujarnya tegas.
Sementara pihak KONI Klungkung kedepan juga akan aktif  membangun pemahaman yang sama antar stakeholder di Klungkung tentang olahraga.
Mengingat suatu olahraga tidak hanya bisa dilihat sebatas dari peringkat, tapi dari proses dan membangun pondasi awal dari atlet.
“Kami akan membuat kegiatan, yang mengungdang seluruh stakeholder mulai dari masyarakat, pejabat, LSM, hingga netizen untuk membangun persepsi yang sama tentang olahraga di Kabupaten Klungkung,” pungkasnya. (Roni/bfn)