Sidang Paripurna LKPJ Bupati Klungkung Tahun 2023, Dewan Klungkung Beri Catatan Ketimpangan Pembangunan

sidang-paripurna-lkpj-bupati-klungkung-tahun-2023-dewan-klungkung-beri-catatan-ketimpangan-pembangunan
Penjabat (Pj.) Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika menghadiri sidang paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ) Bupati Klungkung Tahun 2023, bertempat di ruang sidang Sabha Nawa Natya , Kamis 21/3/2024.
banner 120x600
SEMARAPURA, Balifactualnews.com – Penjabat (Pj.) Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika menghadiri sidang paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ) Bupati Klungkung Tahun 2023, bertempat di ruang sidang Sabha Nawa Natya , Kamis 21/3/2024.
Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Anom ini Pj. Bupati Nyoman Jendrika menyampaikan gambaran perekonomian Kabupaten Klungkung pada Tahun 2023.
Perekonomian Kabupaten Klungkung pada Tahun 2023 sebesar 4,70% meningkat dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 3,12% dan dibawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali sebesar 5,71%. PDRB atas harga berlaku pada Tahun 2023 mencapai sekitar 10,080 triliun rupiah mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 9,210 triliun rupiah.  PDRB atas harga konstan mengalami peningkatan dari 5,770 triliun rupiah menjadi 6,041 triliun rupiah.
Realisasi pendapatan daerah pada Tahun 2023 sebesar Rp 1,370 triliun lebih, dari  target pendapatan Tahun 2023 sebesar Rp 1,405 triliun lebih, atau mencapai 97,50 persen. Realisasi belanja pada tahun anggaran 2023 mencapai Rp 1,355 triliun lebih,  dari target belanja Tahun 2023 sebesar Rp.1,461 triliun lebih, atau mencapai 92,75 persen. Realisasi belanja digunakan untuk mendanai urusan yang menjadi kewenangan daerah.
Namun disamping berbagai keberhasilan yang telah dicapai, masih ada kekurangan atau kelemahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan  diantaranya ; Pengelolaan sampah yang belum optimal dimana masih terdapat ketimpangan antara jumlah sampah yang dihasilkan dengan kemampuan daerah mengelola sampah tersebut ; selain itu  belum memadai kualitas infrastruktur khususnya jalan yang menuju destinasi/daerah sasaran investasi. Dimana kondisinya masih rusak/belum terbangun serta infrastruktur pelayanan air minum yang belum optiminal. Juga masih adanya ketimpangan kualitas infrastruktur di Klungkung daratan dengan kepulauan Nusa Penida.
Atas kondisi tersebut pihaknya berharap dukungan, kerjasama dan partisipasi aktif dari semua pihak, khususnya Anggota Dewan yang terhormat, dengan bersinergi mencari solusi atas segala permasalahan yang ada. (Roni/bfn)