DENPASAR, Balifactualnews.com – Turnamen sepakbola Liga Kampung bertitel Soekarno Cup 2025 yang digelar di Bali dinilai para peserta klub sebagai turnamen elit dan sangat mendukung pemain sepakbola muda di 8 provinsi yang ambil bagian.
Menurut Ketua Umum turnamen tersebut, I Made Mahayastra, Soekarno Cup 2025 merupakan turnamen tertinggi yang digeber partai PDI Perjuangan (PDI P) dan tidak dibawah organisasi sepakbola di Indonesia maupun Dunia.
Baca Juga : Puji Kekuatan Semua Tim Soekarno Cup, Banteng Bali Tetap Pasang Target Pertahankan Juara
“Ini turnamen Elit dan tertinggi jadi juaranya akan memperoleh hadiah pembinaan dan medali serta piala begilir. Jadi tidak ada jenjang turnamen lebih tinggi lagi seperti kalau di PSSI ada liga 3, liga 2 dan Liga 1. Jadi cukup juara yang sudah selesai tidak ke jenjang turnamen lebih tinggim lagi, karena ini sudah turnamen tertinggi,” kata Mahayastra yang juga merupakan bupati Gianyar itu, saat PMPC di Gedung Dharma Alaya Lumintang, Denpasar, Kamis(4/12/2025).
Turnamen Liga Kampung ini lanjutnya, tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda di 8 provinsi yang tidak bisa atau belum terekrut klub di Liga 3, Liga 2 dan Liga 1. Dengan mengikuti Sekarno Cup 2025, maka pemain muda seperti itu memiliki kesempatan berlaga juga dalam sebuah Liga.
“Ya syukur mereka bisa terpantau klub Liga di Indonesia dengan menunjukkan kualitasnya di Liga Kampung ini,” tegas Agus Mahayastra.
Soekarno Cup 2025 ini bakal berjalan seru karena masing-msing klub peserta tak megetahui alias buta dengan kekuatan rival-rivalnya. “Kami tidak tahu kekuatan lawan tapi kami tetap bertekad step by step menapaki pertandingan dengan motivasi tinggi sampai akhirnya bisa tembus final,” ujar pelatih kepala klub Banteng Jawa Timur, Anies Septyawan, saat ditemui media ini.
Senada dengan Banteng Jawa Timur, pelatih kepala tim Banteng Tapanuli Utara Jubel J Simanjuntak menilai Soekarno Cup 2025 sangat bagus karena bisa menambah turnamen sepakbola semakin padat di Indonesia.
”Semakin banyak turnamen atau kompetisi akan bagus untuk para pemain muda di Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga : 18 Provinsi Adu Kelihaian Barongsai Kejurnas Barongsai 2025 di Bali
Sementara itu, Bidang Eko Supriadi saat dikonfirmasi bagaimana jika pertandingan diguyur hujan deras dan lapangan tergenang air ? Dirinya mengutarakan jika dua stadion yang digunakan yakni Stadion Ngurah Rai Denpasar dan Bali United Training Centre (BUTC) penyerapan airnya cukup bagus sehingga air tidak sampai lama tergenang.
“Dan kami akan jalankan kendala itu sesuai regulasi atau aturan yang ada seperti dihentikan sementara atau apa. Semua sudah ada regulasinya dan itu yang kita jalankan,” pungks Eko Supriad, seraya menambahkan jika pengamanan dari aparat keamanan juga sudah disiapkan. (ena/bfn)













