Tebing Devil Tears, Lembongan Lagi Makan Korban Turis China


KLUNGKUNG – Untuk kesekian kalinya Tebing maut Devil Tears kawasan Lembongan,Nusa Penida memakan korban. Kali ini yang menjadi korban seorang torist wanita asal China bernama Li Huiling (38) dengan nomor passport : EA 7867270. Tewasnya torist asal China saat selfie dikawasan Devil Tears ini dibenarkan oleh Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya, SH.

Menurutnya wisatawan asal China yang bernama Li Huiling (38) dengan nomor passport : EA 7867270 tersebut tewas saat melakukan poto selfie dikawasan tebing Devil Tears tersebut. Adapun saksi yang mengetahui kejadian naas tersebut adalah suami korbvan sendiri bernama Ou Wanbin (38) asal China, No Passport : EA 7867271 dan Chandra(26) seorang Guide Happy Bali yang beralamat  jalan palapa raya no 45 br taman sari, sesetan, denpasar selatan.



Awal mula kejadian menurutnya bermula ketika rombongan torist asal China pada, Sabtu (17/8/19), sekitar pukul 09.50 wita yang diageni happy bali diantar guide chandra membawa tamu sebanyak 20 orang menuju devil tears. Sampai ditempat tersebut saksi Chnadra sempat memberikan penjelasan kepada tamunya agar tidak mendekat tepi tebing pada saat berfoto selfie. Namun saran mereka tersebut diabaikan oleh korban Li Huiling.

Dia  sempat menitipkan tasnya kepada guide chandra. Terlepas dari pengamatannya ternyata korban Li Huiling menuju tebing devil tears untuk berfoto selfie. Persis saat asik dia berfoto selfie, korban teralalu dekat dengan tepi tebing dan  saat bersamaan ombak lautan Indonesia yang terkenal ganas datang menyambar korban dan korban langsung jatuh ke laut.



Sekitar 20 menit Guide  chandra mendapat info bahwa tamunya jatuh di devil tears pada saat berfoto selfie  di devil tears  dan langsung di tolong oleh masyarakat di sekitaran devil tears dan langsung korban di selamatkan dan di angkut dengan   jukung dan di bawa ke puskesmas jungutbatu.

“Namun sayang nyawa  korban tidak tertolong korban Li Huiling meninggal saat perjalanan menuju puskesmas jungutbatu,” terang Kompol Komang. Reka Sanjaya menyesalkan kejadian tersebut. (ana/ani)