Terapi Ikan Nilam untuk Pengobatan Saraf Kejepit

Owner Kolam Pancing Baru, Ketut Yasa (kaos putih) saat mendampingi pengunjung Terapi Ikan Nilam hari Selasa (1/2/2022) di Desa Ambengan, Sukasada.

BULELENG, Balifactualnews.com – Ikan Nilam merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang biasanya dibudidayakan untuk kebutuhan konsumsi. Ikan yang memiliki nama ilmiah Osteochilus Vitatus ini cocok diolah dengan cara apapun. Saat ini, ikan Nilem juga populer sebagai ikan terapi.

Seperti yang dilakukan Ketut Yasa (45) warga Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Awalnya, Ketut Yasa membuat wahana kolam pancing di lahan miliknya di Banjar Dinas Pebantenan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada pada tahun 2011 lalu. Kolam pancing itu pun dia buat karena kegemarannya memancing dan mengikuti berbagai lomba mancing di sejumlah tempat.

“Saat itu, saya ikut lomba mancing dan dapat hadiah sepeda motor Mio Baru. Jadi dari sana muncul ide membuat wahana kolam pancing dengan nama Kolam Pancing Baru,” ucapnya saat ditemui Selasa (1/2/2022) di Kolam Pancing Baru miliknya. Seiring berjalannya waktu, penekun bela diri Lemkari ini juga membuat Kolam Terapi Pancuran untuk tempat anak didiknya latihan. “Anak-anak didik saya biasanya latihan konsentrasi di kolam yang saya buat sendiri dan airnya murni mengalir dari alam,” bebernya.

Hingga suatu ketika, Ketut Yasa mengalami saraf kejepit dan dia tidak bisa menoleh karena syaraf di bagian tengkuknya kejepit. Terapi Kolam Pancuran nampaknya tak membuatnya sembuh.

“Suatu malam saya seolah mendapat pawisik untuk membuat Kolam Terapi Ikan Nilem ini. Perlahan saya wujudkan dan melakukan terapi ikan nilem ini sampai akhirnya saya bisa menoleh dengan normal kembali,” ucapnya bersyukur.

Ketut Yasa pun ingin berbagi kesembuhannya itu dengan siapa saja yang mau berkunjung ke Kolam Pancing Baru miliknya.

Ketut Yasa tidak memasang tarif untuk memancing, berenang maupun terapi ikan nilem. Pengunjung cukup memasukkan uang secara sukarela kedalam kotak yang ada dilokasi terapi. Khusus untuk ikan yang didapat dihargai sesuai harga pasaran. “Ikannya bisa dimasak di langsung atau dibawa pulang,” tandasnya.(tya)