Daerah  

Tirta Gangga, Objek Wisata Taman Kerajaan Bercirikan Kolam Hias

banner 120x600
Foto tim bfn/Putu Wijanatha

________________________________________________________________________________

Indonesia memang kaya akan destinasi wisata. Selain memiliki wisata sejarah, budaya dan wisata spiritual, Indonesia juga kaya akan wisata kuliner. Di Karangasem, Bali misalnya, dia objek wisata yang sudah mendunia menjadi bagian dari peninggalan sejarah zaman Kerajaan. Dua objek wisata itu, yakni Taman Ujung Soekasada, yang berlokasi di Desa Tumbu, dan objek Wisata Tirta Gangga yang berlokasi di Desa Ababi.

Dua objek wisata bekas taman kerajaan Karangasem ini, kini menjadi magnet tersendiri untuk mendatangkan wisatawan berkunjung ke kabupaten ujung timur Bali itu.


Foto tim bfn/Putu Wijanatha

Anak Agung Sanjaya, salah satu pengelola objek wisata Taman Tirta Gangga, menuturkan, awalnya kolam Tirta Gangga merupakan tempat pemandian Raja Karangasem bernama Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Kolam air ini dibangu pada 1946.


“Taman Tirta Gangga ini sebelumnya pernah hancur akibat letusan Gunung Agung 1963. Pemerintah Kabupaten Karangasem membangun kembali taman ini dan diperuntukan untuk kawasan wisata,” ucap Gung Poleng demikian pensiunan polisi itu disapa kepada balifactualnews.com, Sabtu (4/5/19) pagi tadi.

Dikatakan, kawasan Tirta Gangga dibangun diatas lahan seluas sekitar 1,2 hektar, dan terbagi menjadi tiga kompleks. Kompleks pertama ada di bagian paling bawah dan punya kolam teratai serta air mancur.Kompleks kedua ada di bagian tengah dan punya kolam renang, sedangkan kompleks ketiga adalah tempat peristirahatan raja.

Tiket masuk ke objek wisata ini masih bisa dijangkau. Wisatawan asing dewasa akan dikenakan tiket Rp 50 ribu, dan wisatawan asing anak-anak dikenakan Rp 25 ribu

Tidak hanya berenang, sambil mengelilingi taman nan indah itu, wisatawan juga bisa memberi makan ikan yang sangat jinak di sepanjang areal kolam. Objek wisata kolam kerajaan ini sangat mudah dijangkau. Dari Kota Karangasem objek wisata ini bisa ditempuh dalam waktu 29 menit dengan menggunakan kendaraan.

“Awalnya, kunjungan didominasi wisatawan asing, tapi sekarang kunjungan wisatawan domestik (Indonesia red) juga sudah mulai membaik. Biasanya wisatawan domestik datang kesini saat libur panjang,” jelasnya.

Ada tiga hal utama yang ada di taman Tirta Gangga Karangasem, kebun, kolam air dan patung. Lokasi dari taman Tirta Gangga Karangasem, berada di tengah areal persawahan dan air yang ada di taman ini berasal dari mata air Rejasa.

saat wisatawan memasuki taman Tirtagangga, hal pertama yang dilihat adalah hamparan kolam air dan terdapat satu buah candi yang menjulang tinggi di bagian kanan. Di dalam kolam air tersebut, wisatawan dapat melihat ikan hias dan dasar dari kolam. Air di taman ini sangat jernih dan sejuk, karena air kolam berasal dari mata air bukan dari air olahan.

Mata air di taman Tirta Gangga oleh masyarakat lokal dianggap sebagai air suci. Digunakan dalam upacara keagamaan di daerah sekitar taman Tirta Gangga.

“Mata Air Rejasa memiliki jumlah air yang sangat besar, jernih dan menyejukkan. Sepertiga dari pasokan mata air Rejasa di kirim ke rumah penduduk di Kota Amlapura (ibu kota Karangasem) dan dua pertiganya digunakan untuk mengisi kolam dan keluaran dari air kolam langsung dipergunakan untuk pertanian,” ungkap Gung Sanjaya. (tim)