Turnamen Sanction Fee Dihelat POBSI Bali dan RBC

turnamen-sanction-fee-dihelat-pobsi-bali-dan-rbc
Ket Foto : Ketum POBSI Bali, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa. Foto : bfn/ena
banner 120x600

DENPASAR, Balifactualnews.com – Kerja bareng dilakuka Pengprov POBSI Bali dengan pihak rumah biliar RBC Billiard & Café dalam menghelat Turnamen Biliar 9-Ball dengan sanction fee yang digabungkan dalam hadiah total Rp 15 juta. Turnamen itu sendiri bakal dihelat pada 17 -21 Mei 2023. Sanction Fee sendiri merupakan potongan dana untuk para juara di even yang digelar di Denpasar dan berjumlah Rp 3 Juta selama tahun 2022, dimana akhirnya pemberlakuan sanction fee dan handi cap dihapus POBSI Bali di tahun 2023.

“Benar sanction fee iu kami serahkan kepada pihak RBC untuk dijadikan satu dengan hadiah lainnya dari RBC. Kami bersyukur karena pihak RBC bahkan menambah total hadiah menjadi Rp 15 juta termasuk saction fee Rp 3 juta di dalamnya. Karena itulah semuanya kami serahkan ke pihak RBC secara mutlak untuk mengelola turnamen tersebut,” kata Ketua Umum POBSI Bali dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa di Denpasar, Senin (11/4/2023).

Pengelolaan mutlak turnamen disebutkan wanita yang berprofesi sebagai dokter spesialis perawatan kulit dan kelamin itu tak lain yakni dari sisi kepanitiaan turnamen, wasit dan juri semuanya diberikan kepada pihak RBC tanpa ada pengurus POBSI Bali yang terlibat. POBSI Bali hanya menempatkan satu pengurus saja yakni Kabid Binpres POBSI Bali, Reza Mahendra. Itu juga hanya sifatnya komunikasi dan koordinasi saja.

“Jadi saya tegaskan nanti pengurus POBSI Bali tidak ada yang menjadi wasit, juri atau pengatur maupun pengawas pertandingan. Semua soal teknis dan non teknis kami serahkan pihak RBC yang menentukan dan menjalankan. Termasuk untuk handi cap karena POBSI Bali sudah menghapus aturan itu jadi silahkan pihak RBC yang mengatur dan bukan POBSI Bali lagi,” tegas Laksmi Duarsa.

Diharapkan Laksmi Duarsa yang juga pengurus KONI Bali itu, turnamen nantinya bisa berjalan dengan lancar.” Kami juga tidak ada beban lagi dengan tanggung jawab sanction fee di tahun 2022 sila,” pungkas Laksmi Duarsa. (ena/bfn)