Daerah  

Uniknya Tradisi Neruna di Desa Geriana Kangin


KARANGASEM, Balifactualnews.com Neruna adalah salah satu ritual yang melibatkan para teruna desa yang merupakan salah satu eedan terkait Ngusaba Goreng yang ada di Desa Adat Geriana Kangin.

Neruna sendiri diadakan saat Perejengan Pertama terkait Aci Ngusaba Goreng. Neruna digelar pada pagi hari sampai siang. Sementara Perejangan dilakukan saat sore hari.

Tradisi ini diawali dengan persiapan para Teruna Desa adat Geriana Kangin di Pura Puseh setempat. Teruna desa ini menggunakan pakaian adat lengkap dengan Udeng dan saput. Bahkan tak jarang para Teruna ini memakai pakaian terbaiknya. Sebab mereka akan berkeliling kampung agar terlihat tampan dengan pakaian adat Bali. Sebelum ratusan Teruna desa ini keliling desa mereka melakukan sembahyang bersama.



Teruna ini akan keliling desa meminta jajanan ke rumah para warga. Jika beruntung ada bajang (wanita muda) di rumah warga bisa sebagai ajang perkenalan.


Baca : 


Perjalanan keliling Desa ini juga diiringi dengan Gambelan Bale Ganjur. Para penabuhnya juga dari kalangan teruna atau pemuda. Perjalanan diawali dari depan Pura Puseh kemudian menuju ke timur menelusuri jalan jalan Desa. Tidak hanya jalan utama jalan setepak pun dilalui. Para teruna ini langsung masuk kerumah rumah warga untuk minta jajanan (jaja goreng khas Geriana Kangin. Saat berkeliling Desa para teruna juga mengusung umbul umbul dan senjata Dewata Nawa Sangga serta ungkulan Ide Batara sebagai simbul kalau perjalanan mereka mendapat restu Ide Batara di Puseh.

Neruna sendiri punya makna yakni memperkenalkan wewidangan Desa adat kepada para teruna Desa yang nantinya akan mewarisi tradisi yang ada di desa adat tersebut.

Sementara bagi warga yang Desa Pengerap akan memberikan jajan yang lebih lengkap atau aruangsukan (satu setel jajanan dangsil red) ya g sebelumnya sudah dihaturkan saat pemiosan pertama.

Setelah berkeliling desa mereka kembali lagi ke pura puseh untuk mengumpulkan jajanan yang telah berhasil mereka minta.

Di Bale Teruna atau Bale Agung Dauhan (paling barat red) jajanan tersebut kembali di tanding sesuai dengan jumlah teruna yang ngayah saat itu. Kemudian jajanan tersebut dibagikan kepada teruna untuk dibawa pulang.

Sementara itu menurut I Gede Widnyana, kelian Seka Teruna Teruni, Desa adat Geriana Kangin jika tradisi ini dilakukan tiap tahun. “Neruna bagian dari ritual Ngusaba Goreng yang tiap tahunnya digelar,” ujarnya. Ini juga jadi pembelajaran bagi generasi muda agar siap mewarisi ayahan nantinya. (ani/ger)