KARANGASEM, Balifactualnews.com – Suasana religius menyelimuti Pura Hyang Haluh Prajapati Besakih, Selasa (15/9), saat umat Hindu melaksanakan puncak Pujawali Piodalan yang bertepatan dengan Anggara Kasih Prangbakat.
Pujawali tahun ini terasa istimewa. Selain merupakan yadnya rutin tahunan, rangkaian karya juga dilengkapi prosesi Balik Sumpah dan Lan Nubung Pedagingan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa bersama Ny. Anggreni Pandu Lagosa hadir dalam upacara tersebut sekaligus melaksanakan persembahyangan bersama. Kehadiran Wabup menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Karangasem terhadap pelaksanaan yadnya di salah satu pura emponan wajib Kabupaten Karangasem tersebut.
“Melalui pelaksanaan yadnya ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga memohon kerahayuan, kasukertaan jagat dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Karangasem,” ujar Wabup Pandu.
Puncak karya dipuput dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Pinatih Kusuma Yoga dari Griya Tulikup, Gianyar, sebagai Sulinggih Siwa, serta Ida Pedanda Istri Sogati Nariswari Alit dari Griya Budakeling, Karangasem, sebagai Sulinggih Budha.
Menurut Guru Pandu, pelaksanaan karya yang berlangsung setiap sepuluh tahun tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan sraddha bhakti umat.
“Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, dan membawa anugerah bagi masyarakat. Astungkara Karangasem senantiasa diberikan kerahayuan dan kasukertaan,” harapnya.
Usai persembahyangan, Wabup Guru Pandu menyerahkan dana punia kepada panitia dan pemaksan karya.
Pujawali selanjutnya akan memasuki masa nyejer selama 11 hari dan berakhir dengan prosesi mesineb pada (18/9) depan. Rangkaian karya juga dimeriahkan berbagai wewalen, di antaranya topeng, rejang dan wayang sebagai pamuput karya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Gubernur Bali melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, jajaran Pemkab Karangasem, instansi vertikal, MDP Karangasem, Forkopimcam Rendang, Bendesa Adat Besakih, jro mangku, pengayah serta pemedek lainnya. (tio/bfn)
