Utama  

Walau Berhenti Beroperasi, Bandara Ngurah Rai Tetap Disiagakan Untuk Kondisi Darurat

banner 120x600
Communication and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurohim

BADUNG–Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akan tetap menyiagakan personil saat Nyepi. Sebelumnya PT. Angkasa Pura (Persero) selaku pengelola Bandar Udara mengumumkan penghentian operasional bandara selama 24 jam saat hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (7/3/2019) mendatang.

Communication and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurohim dalam keterangan persnya, Kamis (27/2/2019) di Kuta mengatakan 434 personil akan bertugas saat Nyepi. Mulai dari aviation security, operasional penerbangan, teknisi facilities dan peralatan serta juga petugas KP3. “434 disiagakan untuk melayani penerbangan yang bersifat darurat seperti emergency landing atau evakuasi medis,” kata Arie.

Dari data yang dihimpun PT Angkasa Pura, terdapat sedikitnya 468 penerbangan yang tidak beroperasi selama penghentian operasional Bandar Udara. Dari data tersebut, sebanyak 261 penerbangan merupakan penerbangan rute domestik dan 207 penerbangan rute internasional.

Dari total 468 penerbangan yang tidak beroperasi, Garuda Indonesia menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak, yaitu dengan total 94 penerbangan, disusul oleh Lion Air dan Indonesia AirAsia, masing-masing dengan 67 dan 52 penerbangan.

Di rute domestik, penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menjadi rute tujuan dengan jumlah penerbangan tidak beroperasi terbanyak, dengan jumlah 52 penerbangan, disusul dengan Surabaya dan Lombok dengan masing-masing 16 dan 10 penerbangan. Sementara untuk rute internasional, tiga besar rute tujuan dengan jumlah penerbangan yang tidak beroperasi terbanyak adalah Singapura dengan 18 penerbangan, Kuala Lumpur dengan 16 penerbangan, serta Perth dengan 9 penerbangan.

“Terkait pengaturan jadwal penerbangan dari dan menuju Bali, kami telah bekerja sama dengan Airnav, dengan diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAMN) yang berisi pemberitahuan kepada airline dan Bandar Udara di seluruh dunia bahwa kami akan melakukan penghentian sementara operasional Bandar Udara selama berlangsungnya Nyepi,” pungkas Arie. (jul)