KARANGASEM, Balifactualnews.com— Warga Banjar Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, geger. Pemicunya seorang wanita bernama Ni Kedek Julianti (43) nekat menyudahi hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya.
Kejadian pada Sabtu (23/7) sekitar pukul 19.10 Wita itu, pertama kali diketahui I Wayan Jata. Saat itu, ayah kandung korban hendak buang air besar ke kamar mandi.
Tiba di depan kamar mandi, dia mendapati pintu kamar mandi tertutup. Merasa kebelet untuk buang air besar, Jata lantas memanggil orang yang ada di dalam kamar mandi, namun tidak ada yang menyahut.
Tanpa pikir panjang, Jata lantas membuka pintu kamar mandi. Saat pintu kamar mandi dibuka, pria yang bekerja sebagai petani ini sontak kaget. Pasalnya, anaknya Ni Kadek Juliantini ditemukukan sudah terbujur kaku dalam kondisi tergantug di balok usuk atap kamar mandi dengan menggunakan tali rapiah warna hitam.
Mendapati putrinya tergantung, jata berteriak histeris minta tolong pada keluarga dan tetangga terdekat. Tak berselang lama pihak keluarga untuk memberikan pertolongan dengan menurunkan korban dari tiang gantungan. Tapi takdir berkata lain, saat dirurunkan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Pihak keluarga lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Sidemen.
Kapolsek Sidemen AKP Made Mudana, seizin Kapolres AKBP Ricko AA Taruna, membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, laporan keluarga korban langsung diatensi dengan melakukan oleh TKP bersama tim medis dari Puskesmas Sidemen yang dipimpin dr Narka.
“Hasil pemeriksaan medis, pada fisik korban tidak ditemukan adanya bekas kekerasan baik benda tumpul maupun benda tajam. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri dengan dengan tanda dari kemaluan keluar bekas cairan sperma dan dari dubur keluar kotoran,” ucap AKP Mudana.
Terhadap kejadian itu, lanjut Kapolsek Sidemen, pihak keluarga sudah mengiklaskannya sebagai musibah dan tidak akan melaksanakan otopsi.
“Saat ini korban masih disemayamkan di rumah duka. Keterangan dari pihak keluarga, kuat dugaan korban meninggal dunia karena gantung diri akibat dipresi karena menderita sakit epilepsi yang tidak kunjung sembuh,” pungkas AKP Made Mudana. (ger/bfn).













