KARANGASEM,Balifactualnews.com—Sempat tiarap, kasus pencurian ternak sapi kembali kambuh di Karangasem. Ini menjadi kasus kedua dalam setahun terakhir, setelah sebelumnya kasus serupa sempat terjadi di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang.
Kasus terbaru menimpa I Ketut Manis (63). Peternak asal Dusun Tohjiwa, Desa Ketha Bhuana, Kecamatan Sidemen itu melapor ke Polsek Sidemen, setelah satu ekor sapi hilang diambil orang tak dikenal, Rabu (28/9/2022).
Manis sendiri, baru mengetahui sapinya hilang saat hendak memberikan makan sapi ke kandang bersama Ni Nengah Sudani (52), istrinya, sekira pukul 07.15 Wita. Tiba di kandang pasutri itu kaget, pasalnya dua ekor sapi betina miliknya sudah tidak ada.
Hasil pencarian satu ekor sapinya ditemukan dalam kondisi patah tulang. Sedangkan satu ekor lagi tidak ditemukan. Ada dugaan sapi betina milik korban yang mengami patah tulang itu ditinggal pencuri karena tidak bisa berjalan. Akibat kejadian itu Manis mengalami kerugian meteriil sebesar Rp12 juta.
Kapolsek Sidemen AKP Mudana seijin Kapolres Karangasem AKPB Ricko AA Taruna, mengatakan, kasus pencurian sapi milik Ketut Manis tersebut masih dalam penyelidikan. Hasil olah TKP yang dilakukan bersama jajaran Tim Buser Polres Karangasem, satu ekor sapi milik korban itu dipastikan hilang karena diambil pencuri.
Bersama warga dan personil Polsek Sidemen berusaha mencari jejak sapi menuju utara lokasi kandang sapi milik korban hingga ke Dusun Mugan, Desa Kerta Bhuana. Jejak sapi yang di temukan petugas, menguatkan dugaan bahwa sapi korban telah dicuri.
“Ada beberapa alasan pelaku dengan mudah bisa mengambil sapi milik korban. Selain karena tidak dijaga, lokasi kandang juga jauh dari perkampungan. Kendati minim petujuk, kami berharap pelakunya secepatnya bisa diungkap,” tandas AKP Mudana. (tio/bfn)













