KARANGASEM, Balifactualnews.com – Sebagian besar usaha galian C di Karangasem terpaksa berhenti beroperasi secara tiba-tiba menyusul merebaknya isu tentang adanya inspeksi besar-besaran yang beredar di kalangan pengusaha galian C beberapa hari terakhir. Isu ini menyebabkan para pengusaha galian C khawatir dan memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasional mereka.
Kondisi ini berdampak signifikan terhadap jumlah truk yang melintas di jalanan Karangasem, terutama di jalur Selat-Sidemen. Beberapa pengendara melaporkan bahwa lalu lintas di Sidemen menjadi lebih lengang dibandingkan biasanya, yang biasanya dipenuhi oleh banyak kendaraan truk pengangkut material galian C. Pengurangan jumlah truk yang melintas ini merupakan konsekuensi langsung dari dihentikannya operasional usaha galian C di wilayah tersebut.
“Tadi saya lewat jalur Sidemen, kondisi lalu lintasnya terasa tidak biasa karena lengang. Biasanya, jalur ini memang banyak dilalui truk,” ungkap Gede Suarta, Selasa, (19/8).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika, juga mengakui adanya penurunan signifikan jumlah truk yang melintas di jalanan Karangasem. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung sejak dua hari terakhir, di mana jumlah truk yang biasanya mencapai 1.500 hingga 1.600 unit per hari, kini turun drastis menjadi hanya sekitar 600-800 truk per hari.
“Katanya akan ada inspeksi besar-besaran, itu informasi yang saya dengar dari beberapa pengusaha galian C. Namun, saya tidak memiliki informasi pasti tentang hal ini,” kata Ardika.
Menurut I Wayan Ardika, penurunan jumlah truk yang drastis berpotensi mengurangi pendapatan daerah dari sektor MBLB. Pihaknya khawatir bahwa jika isu tentang sidak terus beredar dan jumlah truk terus menurun, maka pendapatan dari sektor ini akan semakin terpengaruh. Saat ini, belum ada kepastian tentang berapa lama kondisi ini akan berlangsung, namun dampaknya terhadap pendapatan daerah sudah mulai terlihat.
Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan kejelasan dan ketepatan informasi mengenai potensi dampak penurunan jumlah truk terhadap pendapatan daerah dari sektor MBLB. (tio/bfn)













