Pimpin PSI, Badra Masih Terdaftar Kader Golkar

Etika Politik Dipertanyakan

pimpin-psi-badra-masih-terdaftar-kader-golkar
Ketut Badra resmi memimpin DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Karangasem.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Ketut Badra resmi memimpin DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Karangasem. Namun, di balik pelantikan tersebut, tersisa persoalan mendasar. Hingga kini, Badra diketahui belum menyerahkan surat pengunduran diri sebagai kader Partai Golkar Karangasem.

Fakta itu memantik sorotan tajam di tengah dinamika politik lokal. Golkar merupakan partai yang selama ini membesarkan nama Badra hingga mengantarkannya menduduki kursi legislatif di DPRD Karangasem. Status tersebut menimbulkan pertanyaan publik soal etika dan konsistensi sikap politik yang bersangkutan.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Badra tidak menampik bahwa proses pengunduran diri secara administrasi belum rampung. Namun ia menegaskan telah menentukan pilihan politiknya.

Baca Juga : Golkar Karangasem Tanggapi Kepindahan Ketut Badra ke PSI

“Secara prinsip, saya sudah tidak lagi beraktivitas di Golkar. Soal surat pengunduran diri, itu hanya persoalan administrasi dan akan diselesaikan sesuai mekanisme,” ujar Badra, Rabu (28/1).

Badra menambahkan, fokus utamanya saat ini adalah menjalankan mandat organisasi sebagai Ketua DPD PSI Karangasem. Ia menargetkan pembentukan kepengurusan PSI hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh wilayah Karangasem, sementara struktur di tingkat kecamatan disebut telah terbentuk dan siap digerakkan.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan, membenarkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pengunduran diri dari Ketut Badra.

“Kalau secara administrasi, sampai hari ini kami belum menerima surat pengunduran diri. Artinya, yang bersangkutan masih tercatat sebagai kader Golkar,” tegas Ngurah Setiawan.

Ia menegaskan, Golkar menghormati pilihan politik setiap kader, namun mekanisme organisasi tetap harus dijalankan.

Baca Juga : DPRD Karangasem Bongkar Setoran Wisata

“Silakan memilih jalan politik masing-masing, tapi etika dan aturan partai tetap harus dipatuhi,” ujarnya.
Kondisi ini memantik spekulasi di kalangan elite politik Karangasem. Di satu sisi, PSI menguat dengan masuknya figur berpengalaman. Di sisi lain, Golkar menghadapi potensi kebocoran kader dari tokoh yang pernah menjadi bagian penting mesin partai.

Situasi tersebut memperlihatkan wajah transisi politik yang kian keras di Karangasem. Ketika satu kaki telah melangkah memimpin partai baru, sementara kaki lainnya masih berpijak di partai lama, publik menanti kejelasan sikap dan langkah politik Ketut Badra ke depan. (tio/bfn)