Pendataan Awal Lahan Short Cut Titik 7,8,9,10 di Desa Gitgit dan Pegayaman


BULELENG, Balifactualnews.com Akhir tahun 2019 proyek Short Cut Jalan Singaraja Denpasar untuk titik 4,5,6, segera akan rampung. Berikutnya akan dilanjutkan dengan titik 7,8,9,10 dengan daerah Desa Gitgit dan Desa Pegayaman, yang akan nulai di bangun tahun 2020 mendatang.



Dari awal dinas PUPR Provinsi Bali ditugaskan Gubernur Bali untuk membebaskan lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan baru (Short Cut) kelanjutan dari titik 4,5,6 yang akan segera rampung pada akhir tahun 2019 ini. Pada, Selasa (29/10/19), diadakan pendataan awal untuk masyarakat Desa Gitgit dan Pegayaman yang lahannya terkena proyek pembuatan jalan baru untuk titik 7,8,9,10 tersebut.

Adapun visi besar jalan baru sepanjang 7 km yang akan dibangun tahun 2020 ini adalah pembangunan jalan, yang bertujuan untuk menyeimbangkan pembangunan. Kabag Pemerintahan Provinsi Bali Dewa Ardana dalam acara tersebut menjelaskan, Pemerintah telah membentuk Tim Persiapan pengadaan tanah yang bertugas diantaranya menetapkan lokasi.

Bagi masyarakat yang lahannya terkena lokasi pembangunan jalan baru ini dilarang menjual kembali tanah tersebut. Tugas selanjutnya adalah melakukan pemberitahuan awal dengan menempel pengumuman di kantor desa untuk pembangunan jalan baru batas Gitgit-Mengwitani.

Dan yang terakhir adalah pendataan awal, dengan memastikan data/dokumen yang diajukan sesuai dengan data yang diajukan ke provinsi. Untuk pendataan ada dua lokasi yakni Desa Gitgit dan Desa Pegayaman.


Baca :


“Setelah pendataan awal ijin selesai, kami akan melaksanakan konsultasi publik untuk menampung pendapat masyarakat dan memastikan kesanggupan masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan penetapan lokasi,” jelas Dewa Ardana

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan untuk anggaran pembebasan lahan pembangunan jalan baru ini ada di Provinsi bali, sedangkan anggaran kontruksi ada di Kementrian pusat.

“Kenapa dibilang jalan baru? karena diharapkan agar jalan menuju ke Singaraja-Denpasar
nyaman, waktu tempuh lebih singkat, dan lebar jalan memadai,” jelas Astawa.

Sementara Perbekel Desa Gitgit Putu Wardana mengatakan, masyarakat pasti mendukung pembangunan pemerintah, apalagi untuk kemajuan Kabupaten Buleleng. Semua akan pasti setelah konsultasi publik yang akan dilaksanakan pada, tanggal (5/11/19) mendatang.

“Ada kurang lebih 60 KK yang lahannya terkena proyek pembangunan jalan baru/short cut ini, dan total ada 145 KK yang terdampak. Bila ada keluhan dari masyarakat akan disampaikan nanti pada saat konsultasi publik,” tandasnya. (sri/ger)