Utama  

Bahaya Gunung Api 66 Persen Ada di Indonesia

 

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana (Photo BFN/Krsna B)

KARANGASEM—Indonesia menjadi negara yang paling rawan terhadap bencana. Itu diakui Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, dalam sosialisasi capaian kinerja Kementerian ESDM yang dilaksanakan di Wantilan sekretariat DPRD Karangasem, Bali, Jumat (22/3/2019).

Selain dihadiri para stakeholder di lingkungan Pemkab Karangasem, sosialisasi yang melibatkan tiga narasumber dari Kementerian ESDM itu juga dihadiri kalangan siswa SMA se Karangasem, sebagai bagian dari edukasi atas kebencanaan, pendidikan vokasi dan menangkap peluang kerja pada energi terbarukan yang kini sedang dikembangkan pihak kementerian ESDM.

Menurut Devy Kamil, kebencanaan di Indonesia bukan saja menyangkut tanah longsor dan tsunami, tapi juga menyangkut tanah longsor. “Dari gunung api yang ada di dunia 66 persen berada di Indonesia,” jelas Devi Kamil.

Atas kondisi geografis tersebut, Devi Kamil mengajak masyarakat untuk tidak panik. Devi Kamil mengatakan, sepanjang bumi berputar erupsi gunung api akan terus terjadi. “Erupsi gunung api tidak mungkin bisa di stop, penting untuk dilakukan meminimalisir korban. Jangan takut erupsi karena ancaman bahayanya sudah terlokalisir dan tidak menyebar,” ucapnya.

Menyangkut Bali, Devi Kamil menyebutkan masuk dalam catatan rawan bencana. Selain gunung api, Bali juga rawan terhadap tsunami dan tanah longsor. “Di Bali, Kabupaten Karangasem, memiliki kerentanan dari semua bencana ini. Masyarakat jangan pernah panik dalam menghadapi bencana, Pengalaman sudah membuktikan, mitigasi bencana yang tepat saat erupsi Gunung Agung yang lalu tidak sampai memunculkan korban jiwa,” ungkap Devi. (tio)