Petani Kakao Jembrana Diganjar Bantuan

 


JEMBRANA, Balifactualnews.com – Petani Kakao di Jembrana, Rabu (22/7/20) diberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa tujuh unit infrastruktur sumur bor yang telah dan tengah dibangun, motor roda tiga, cultivator, gerobak dorong, mesin penyemprotan, dan handsprayer.

Sementara di KWT hilirisasi kakao, BI memberikan dukungan dengan bantuan mesin pengolahan coklat, sumur bor, motor roda tiga, pembangunan pavingisasi, dan kanopi di rumah pengolahan coklat.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Bali (Tjokorda Artha Ardhana Sukawati), bersama kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali di Kabupaten Jembrana, Trisno Nugroho.

“Selain penyerahan bantuan juga dilakukan panen kakao bersama di Desa Ekasari. Panen bersama ini merupakan kegiatan kedua kalinya yang pernah dilaksanakan pada komoditas kakao di kelompok mitra Bank Indonesia (BI) di Jembrana” ungkap Nugroho.

Kegiatan juga dihadiri Anggota DPR RI – Komisi XI (I Gusti Agung Rai Wirajaya), Bupati Jembrana (I Putu Artha), Wakil Bupati Jembrana (I Made Kembang Hartawan), Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jembrana (I Wayan Sutama), Kapolres Jembrana Bapak Ajun Komisaris Besar Polisi ( I Ketut Gede Adi Wibawa), Dandim 1617 Jembrana (Letnan Kolonel Kavaleri Djefri Marsono Hanok), dan pihak terkait lainnya.

Kegiatan tersebut digelar sebagai penyadaran betapa pentingnya kontribusi kakao fermentasi terhadap ekspor nasional, seiring dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, di satu sisi agar tetap survive khususnya di era Pandemi COVID-19 yang saat ini tengah melanda.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan perkiraan petani, sekali panen dari 700 pohon yang ada, diperkirakan akan dapat diperoleh 10 kg kering per 10 hari, dan masa panen baru dimulai dan akan berlangsung kurang lebih selama 6 bulan ke depan.

Salah satu mitra BI yakni kelompok Merta Abadi yang merupakan salah satu kebun penghasil kakao dengan langganan ekspor terbaik di dunia. Kakao tersebut mampu bersanding dengan hasil produksi Pantai Gading dan Ghana sebagai eksportir kakao terbesar dunia. Menurutnya bantuan diberikan juga sebagai bentuk komitmen BI terhadap pengembangan kakao Jembrana, melalui Program Sosial Bank Indonesia. (Put/ger/bfn)