BADUNG – Nelayan Pantai Bengiat, Nusa Dua Badung, geger. Pemicunya seekor bangkai lumba-lumba ditemukan terdampar di salah satu titik bibir pantai Kamis (9/5/2019) pagi. Temuan itu kemudian dievakuasi menuju Kantor Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Ketua Paguyuban Yasa Segara Bengiat Nusa Dua, Ketut Koder, membenarkan adanya temuan semacam itu. Ketika ditemukan oleh anggota kelompok nelayan, lumba-lumba kabarnya sudah dalam kondisi mati.
Itupun diakui adanya Kepala Divisi Operasional The Nusa Dua – ITDC, Made Pariwijaya. Kata dia, setelah sempat di singgahkan di Kantor ITDC, bangkai lumba-lumba tersebut selanjutnya dibawa ke Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.
Terpisah, Budhy Kurniawan selaku Kepala BKSDA Bali, mengatakan, bangkai lumba-lumba tersebut kini telah diamankan di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan, untuk selanjutnya akan diidentifikasi melalui otopsi.
“Otopsi untuk mengetahui penyebab kematian lumba-lumba tersebut,” ucap Budhy Kurniawan via telepon seluler.
Temuan lumba-lumba terdampar, kata dia, memang bukan pertama kalinya. Bahkan setahun lalu hal serupa uga pernah terjadi . “Tapi memang itu sangat jarang. Walau secara area jelajah, itu termasuk Nusa Penida dan Benoa,” ucapnya, seraya menambahkan, proses otopsi kemungkinan berlangsung satu hari.
Data yang dihimpun dari Kepala Seksi Wilayah (SKW) I BKSDA Bali, Made Mastra, menyebutkan, bangkai lumba-lumba Spotted Dolphin atau Stenalla Attenuata tersebut memiliki panjang 250 cm dan lebar 55 cm, dengan jenis kelamin jantan. Usianya diperkirakan sudah dewasa, atau kurang lebih 5 tahun.
“Nanti penyebab kematiannya akan ketahuan setelah otopsi dilakukan kedokteran hewan Unud. Sabar, kita juga masih menunggu hasilnya,” ucap Mastra pesan singkat WhatsApp. (ida/tio)