Penyandang Tuna Wicara Tewas Gantung Diri

Korban seorang penyandang disabilitas/tuna wicara ditemukan tewas gantung diri di pohon mangga di kebun milik orang tuanya.

________________________________________________________________________________

JEMBRANA – Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri terjadi Senin (20/5/19) sore di Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Korban gantung diri diketahui bernama I Gede Newa Triana (46) seorang petani yang juga seorang penyandang disabilitas/tuna wicara. Korban ditemukan gantung diri di kebun milik orang tuanya.

Korban tergantung di pohon mangga menggunakan tali plastik warna biru berkombinasi merah. Kejadian tersebut disaksikan oleh keponakan korban Kadek Dwi Antara Yoga (11), I Wayan Weda Yasa (76) orang tua korban, dan Ni Nyoman Nendi (60) ibu korban.


Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita mengatakan dari penjelasan adik korban Komang Gede Juli Arnawan kalau korban terlihat pada Minggu (19/5/19), sekitar pukul 06.00 Wita.

Korban masih dilihat oleh adik korban yang sebelumnya menggelar upacara otonan. Kemudian sekira pukul 17.00 Wita, adik korban baru mengetahui kakaknya/ korban tidak ada di dirumah. Adik korban sempat mencari – cari ke rumah temannya namun tidak ketemu.

Kemudian Senin (20/5/19) adik korban sempat mencari-cari lagi ke rumah temannya dan saudaranya namun tidak ketemu juga. Kedua orang tua bersama keponakan korban mencari di kebun sebelah barat rumah dan di temukan korban dalam keadaan tergantung di pohon mangga.


Adik korban di cari oleh keponakannya dan memberitahukan kalau korban telah gantung diri di kebun kemudian adik korban langsung bergegas menuju kebun. Dibantu beberapa keluarga dan masyarakat korban lantas di turunkan.

Jenasah di bawa ke rumah korban. Dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas 1 Mendoyo dan tim inafis Polres Jembrana, dr Naufal Purnia R korban murni meninggal karena gantung diri.

Korban diduga mengalami depresi pasca bercerai dengan istrinya. Korban juga seorang penyandang disabilitas/tuna wicara.
Kini korban disemayamkan di rumah duka. (dod/tio)