KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pangan adalah kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Di Indonesia sendiri pangan sering diidentikkan dengan beras. Bagi masyarakat Bali, beras sebagai kebutuhan pangan utama dimuliakan tepat di Hari Suci Soma Ribek setiap 6 bulan sekali yakni pada Soma (Senin) Pon wuku Sinta.
Menurut Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika pada Senin (24/10/2022) mengatakan, jika ditelaah lebih mendalam, di hari Suci Soma Ribek juga diimplementasikan sebagai hari pangan di Bali, karena hari ini masyarakat Hindu di Bali melaksanakan upacara memuja Sang Hyang Sri Amrta, yang berstana di Lumbung untuk memuliakan beras di pulu dan padi di lumbung yang sekaligus mengadakan pemujaan terhadap Dewi Sri sebagai tanda bersyukur yang telah memberikan kesuburan.
Baca Juga : Tol dan Shortcut Urai Kemacetan, Ketua DPRD Karangasem Apresiasi Ketulusan Koster Bangun Bali
“Sebagai emplementasi hari pangan dalam tradisi Bali, kita disadarkan betapa pentingnya pangan untuk kehidupan manusia. Tanpa pangan manusia tidak bisa hidup atau menjalani kehidupan. Untuk itu sudah sepatutnya kita berterima kasih atau mengucap Angayu Bagia terhadap sang pencipta,” Terang Wayan Suastika.
Lebih jauh politisi asal Juuk Legi Desa Duda Timur ini menambahkan, sebagai sumber tumbuhnya seluruh pangan untuk kehidupan manusia, di Hari Suci Soma Ribek ini, sangat tepat bagi kita untuk merenung betapa pentingnya menjaga dan merawat ibu pertiwi.
“Menjaga dan menstabilkan keamanan pangan adalah tugas kita semua, yang muaranya nanti juga untuk kita semua. Terlebih fenomena saat ini, semakin langkanya anak-anak kita yang mau bertani, sehingga inilah merupakan makna dari Hari Suci Soma Ribek,” Lanjutnya.
Selain itu, lanjut Suastika, apa yang telah diwariskan para leluhur kita dari berabad abad lalu tentang perayaan Hari Suci Soma Ribek sangatlah relevan sampai saat ini, dimana hampir diseluruh dunia bisa terjadi krisis pangan, apabila manusia itu sendiri tidak bisa merawat dan menjaga pertiwi. (ger/bfn)













