Menabung Sejak 1963, Montir Sepeda Naik Haji

________________________________________________________________________________

KARANGASEM – Tak ada yang tak mungkin, bila mau berusaha, prinsip itulah yang dipegang teguh, Ismail (89), asal Banjar Dinas Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem.



Menabung sejak 1963, Akhirnya asanya untuk naik haji bersama sang istri Adjizah (75) terwujud. Ismail, dengan gigih mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari penghasilannya sebagai montir sepeda gayung, di Jalan Samanudi, Subagan, yang dirintisnya sejak tahun 1963.

“Menabung sambil membesarkan 9 anak tidak mudah, kadang diambil lagi untuk banyak keperluan,” ungkap bapak yang kini telah memiliki 15 cucu ini.

Namun dengan tekad kuatnya, ingin melaksanakan rukun ke-5 islam, ia tetap gigih, menabungkan separuh penghasilannya, walau tak banyak, yang ia peroleh.

“Jika sudah niat, saya dan istri yakin bisa,” tandasnya.

Keyakinan Ismail itu menjadi kenyataan. Kendati usianya sudah senja, mimpi untuk bisa naik haji ke Mekah akhirnya kesampaian juga.

“Akhirnya saya bisa berangkat haji. Saya berangkat di keloter terakhir tanggal 5 Agustus nanti,” ungkap Ismail dengan mata berkaca-kaca penuh rasa syukur. (sak/tio)