________________________________________________________________________________
KARANGASEM — Museum Pustaka Lontar Desa Adat Dukuh Penaban Karangasem, Bali, selalu mampu memikat para pengunjung yang datang kesana. Itu tidak terlepas dari kearmahan penduduknya, sekaligus menjadi bagian dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dukuh Penaban, dan sejuknya udara yang ada di balik Bukit Ngandang tersebut. Keteduhan, keasrian areal museum dan keramahan penduduk Dukuh Penaban juga dirasakan betul rombongan Kementerian Pariwisata, yang dipimpin Deputi SDM Kementerian pariwisata Santa Tambunan, Kamis (18/7/19) pagi tadi.
Mereka semakin tergoda dengan bangunan museum dengan ornamen klasik Bali sesuai pakem Asta Kosala Kosali yang ada. Bukan itu saja, rombongan dari Kemenpar terlihat semakin tersanjung setelah diajak menuliskan nama dengan aksara Bali dalam sebuah daun lontar. Kadis Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta, juga mendampingi rombongan Kementerian Pariwisata menuliskan kenang – kenangan dalam daun lontar tersebut. Nama yang tertulis itu bagian dari data kunjungan wisatawan sekaligus kenang-kenangan bagi Museum Lontar Dukuh Penaban terhadap para tamu yang sudah sempat mampir ke sana.
Kehadiran rombongan Kemenpar ke Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban serangkaian dengan peninjauan dan penilaian terhadap Kelompok Sadar Wisata Dukuh Penaban yang dipimpin I Nengah Sudana Wiryawan.














