KARANGASEM, Balifactualnews.com—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, masih kerepotan dalam menangani material yang ditimbulkan pasca bencana tanah longsor yang terjadi beberapa hari lalu. Bahkan lima titik longsor yang tersisa, hingga Senin (10/10/2022) hari ini, belum bisa digarap karena dipicu kendala alat berat.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengakui kendala yang dihadapinya itu. Dia mengatakan, penanganan belum bisa dilakukan karena volume material longsor sangat banyak. Bahkan beberapa diantarannya terdapat material akar pohon yang cukup besar.
“Assesment yang kami lakukan di lima titik longsor itu penanganannya tidak bisa dilakukan secara manual, harus melibatkan alat berat karena volume material longsor cukup banyak,” ucap Arimbawa.
Kini upaya penanganan material di lima titik longsor diperparah dengan rusaknya alat berat milik Dinas PUPR. Menyikapi kondisi itu, pihak BPBD terpaksa menyewa alat berat milik swasta.
“Ya, kami sudah menyewa alat berat, tapi belum bisa dioperasikan karena hari ini bertepatan dengan Purnama Kapat. Rencananya, Selasa (11/10/2022) besok (hari ini Red) penanganan pada lima titik longsor itu baru mulai dilakukan,” kata Arimbawa. ‘
Lima titik longsor yang belum bisa ditangani secara manual, yakni, bencana tanah longsor mengenai jalan di Banjar Sega-Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, tanah longsor di Banjar Hyang Api, Desa Muncan, Kecamatan Selat. Tanah longsor di Banjar Temukus Kangin, Desa Besakih, serta senderan rumah milik I Ketut Sujati yang ambrol menimpa akses jalan rabat beton di Banjar dinas Ipah, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen. (asa/tio/bfn)













