KARANGASEM, Balifactualnews.com—Bupati Karangasem, I Gede Dana berencana menarik pegawai kontrak tamatan sarjana pendidikan yang ada di masing-masing OPD, untuk tugaskan menjadi tenaga pendidik di sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru. Langkah Gede Dana itu mendapat apresiasi positif dari Ketua DPRD I Wayan Suastika.
Dikonfirmasi, Minggu (4/12/2022), Suastika mengatakan, rencana Pemkab Karangasem menugaskan pegawai kontrak tamatan sarjana pendidikan untuk mengajar ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru sudah sangat tepat, ditengah krisis guru yang masih melanda Karangasem.
“Ini langkah yang sangat bagus, semakin cepat pemindahan tugas ini akan semakin bagus karena berpengaruh pada dapodik yang bersangkutan,” ucap Suastika.
Suastika mengakui, ribuan pegawai kontrak di Karangasem, sebagian diantaranya tamatan sarjana pendidikan. Menurutnya dengan penugasan ke masing-masing sekolah, semakin mempermudah mereka untuk mengikuti seleksi Pergawai Pemerintah dengan Perjanjiak Kerja (PPPK)
“Saat ini seleksi PPPK masih terfokus pada tenaga guru dan kesehatan. Pemindahan tugas sebagai tenaga pendidik menjadi peluang besar pegawai kontrak yang sebelumnya bekerja di masing-masing OPD untuk bisa menjadi PPPK,” terangnya.
Sebelumnya, Bupati Karangasem, I Gede Dana dalam setiap pertemuan dengan guru- mengatakan, rasio kekurangan guru di wilayahnya sangat tinggi. Bahkan untuk guru SD Karangasem masih mengalami kekurangan lagi 500 orang lebih dari 356 SD yang ada. Sedanghkan untuk guru SMP masih kekurangan lagi 557 orang dari 48 SMP yang ada.
“Keruangan guru SD rasionya 2 orang per SD, sedangkan guru SMP 11 orang per SMP. Kalau ditolakan jumlahnya lebih dari 1000 orang,” terangnya.
Menyikapi hal itu, Gede Dana, menyiapkan sejumlah rencana. Selain bakal menggeser para tenaga kontrak yang bergekalr sarjana pendidikan di masing-masing OPD, pihaknya juga mengajak guru-guru yang sudah pensiun untuk bergabung kedalam relawan mengajar. (ger/bfn)













