Badung  

Badung Konsentrasi Kembangkan Perikanan Darat

www.mongabay.co.id

________________________________________________________________________________

BADUNG – Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung kini lebih terkonsentrasi mengembangkan perikanan darat. Itu setelah berpindahnya kewenangan pengelolaan dan pengawasan laut dari kabupaten ke provinsi. Bahkan saat ini Pemkab Badung sedang merancang pusat pengembangan perbenihan ikan air tawar, yang dirancang menjadi pusat perbenihan terbesar di Bali.

“Kita sekarang fokus mengembangkan sektor perikanan darat, sebab potensinya cukup tinggi,”ujar Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung, Made Badra, beberapa waktu lalu. Lanjut Badra, saat ini sedang merancang proyek pengadaan fisik tempat tersebut di desa Baha Mengwi. Desa ini nantinya akan jadi pusat pengembangan pembenihan air tawar.



Untuk pengadaan fisik tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan mengusulkan dana hampir Rp 10 miliar. “Sekarang sudah lelang dan akan selesai di akhir tahun ini. Anggaran yang kita usulkan berkisaran Rp 10 miliar,”jelasnya.

Menurutnya, selama ini sejumlah restoran yang menyajikan makanan jenis ikan tawar sudah mulai mengembang di wilayah Badung. Sayangnya, kebutuhan untuk konsumsi ikan tawar justru didatangkan ikan dari luar daerah. “Selama ini sejumlah restoran yang ada di wilayah kita (Badung) banyak yang menyajikan ikan tawar, tapi mereka dipasok dari daerah luar. Potensi ini harus kita ambil peluang dengan pengembangan bibit ikan yang diperlukan. Sehingga budidaya ikan lele, gurami, nila bisa memasyarakat di pedesaan,” ungkap Badra, seraya menambahkan, budidaya ini konsepnya berupa minapadi dan kelompok pembudidaya ikan air tawar. Nantinya juga akan ada pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), dan alih tekhnologi. (ibu/tio)