Begini Cara BPBD Karangasem Tangani KAM di Pedesaan

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Kemarau panjang membuat sebagian masyarakat di wilayah pedesaan Karangasem menjerit. Mereka seperti “tercekik” menyusul air minum yang menjadi kebutuhan utama mulai seret.

Beberapa wilayah tandus seperti Kubu dan Abang, masyarakatnya mulai meronta akibat dilanda krisis air minum (KAM). Beruntung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem bersikap sigap. Bekerjasama dengan PMI dan PDAM Karangasem, beberapa desa yang mengalami krisis air minum sudah mulai dibantu 5000 liter air minum yang didistribusikan melalui kendaraan tangki.


Distribusi air ke wilayah krisis air itu, sudah dilakun BPBD sejak sepekan lalu. Terakhir pendistribusian air minum dilakukan Sabtu (13/7/19) pagi tadi, dengan sasaran Banjar Dinas Bau Kawan dan Bau Kangin, desa Nawa Kerthi, Kecamatan Abang.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan, pendistribusian air minum ke wilayah krisis merupakan bagian dari pelayanan yang dilakukan selama ini. Tentunta pelayanan tersebut berawal dari adanya permintaan masyarakat.



“Sepanjang ada pemerintaan dari masyarakat, pendistribusian air minum akan terus kita lakukan. Kita bersama PMI dan PDAM Karangasem sudah bersepakat untuk itu,” katanya.

Sama dengan wilayah desa yang mengalami KAM, pendistribusian air minum kedua dusun di Desa Nawa Kerthi, Abang itu juga dilakukan dengan memberikan 20.000 liter air minum yang ditampung di masing-masing cubang kumunal yang ada di dua dusun tersebut. Artinya masing-masing cubang kumunal tersebut dibantu 10.000 liter air minum. Nantinya air tersebut didistribusikan ke masyarakat secara merata.

“Distribusi air minum berjalan lancar. Intinya sepanjang ada permintaan kami selalu siap melayani,” pungkas IB Ketut Arimbawa. (tio)