Berlokasi di Kawasan Penyangga dan Pemanfaatan Akomodasi Pariwisata, Pembangunan Resort di Kawasan Bukit Gumang Berlanjut

berlokasi-di-kawasan-penyangga-dan-pemanfaatan-akomodasi-pariwisata-pembangunan-resort-di-kawasan-bukit-gumang-berlanjut
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Terhadap pembangunan resort di kawasan Bukit Gumang, Desa Bugbug, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Kelian Desa Adat Bugbug, I Nyoman Purwa Ngurah Arsana memastikan pembangunan resort megah milik investor asal Ceko itu tetap berlanjut.

Purwa Arsana selain memastikan keberlanjutan mega proyek di kawasan objek wisata Candidasa itu, juga mengklaim resort yang dibangun di kawasan Bukit Gumang tidak ada ada melanggar Perda Tata Ruang dan kawasan suci, serta kawasan hutan lindung.

Sesuai Perda 8 tahun 2015 Provinsi Bali tentang Arahan Zonasi dan Perda 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perda nomor 17 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Karangasem tahun 2012-2032, bahwa pembangunan resort di kawasan Bukit Gumang berada di zona pemanfaatan. Artinya pembangunan resort berada di titik 1.303 meter dari Pura Gumang sehingga lokasinya berada di Kawasan penyangga dan pemanfaatan untuk akomodasi pariwisata.

“Neano Resort yang dibangun di kawasan Bukit Gumang tidak ada melanggar Perda Tata Ruang, kawasan suci dan hutan lindung. Fasilitas pariwisata ini dibangun di zona pemanfaatan dan zona penyangga, tidak dibangun di zona inti,” tegas Purwa Arsana, Minggu (9/7/2023).

Purwa Arsana menambahkan, jauh sebelumnya di zona pemanfaatan juga sudah dibangun villa seluas 60 are. Posisinya bersebelahan dengan Neano Resort yang saat ini sedang dibangun. Investor mendapatkan lahan milik Desa Adat seluas 60 are hasil mengontrak dari Wayan Mas Suyasa selaku Kelian Desa Adat Bugbug kala itu. Selain sebagai kelian adat, saat itu Mas Suyasa juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Karangasem.

“Anehnya ketika villa Neano di bangun, kok malah diributkan. Sebagai catatan pembangunan villa Neano berada di kawasan objek Wisata Candidasa,” katanya.

Purwa Arsana, menegaskan pembangunan resort (Neano Resort) di kawasan Bukit Gumang tidak ada melanggar kawasan hutan lindung. Dalihnya 22 hektar lahan di Kawasan Pura Gumang semuanya bersertifikat atas nama Desa Adat Bugbug.

“Mana ada kawasan hutan lindung bersertifikat. Marilah jangan provokasi masyarakat. Resort ini dibangun untuk mensejahterakan masyarakat Bugbug, karena dalam kontrak perjanjian yang kami sepakati, 70 persen tenaga kerja nanti adalah warga Bugbug,” pungkas Purwa Arsana yang juga sebagai anggota DPRD Provinsi Bali itu. (ger/bfn)