Buntut Turis Rusia Turunkan Celana di Puncak Gunung Agung, Desa Adat Besakih Segera Gelar Upacara Pembersihan

Buntut oknum turis turunkan celana di puncak Gunung Agung, Desa Adat Besakih akan melaksanakan upacara pembersihan (penyucian) di Pura Pengubengan
Buntut oknum turis turunkan celana di puncak Gunung Agung, Desa Adat Besakih akan melaksanakan upacara pembersihan (penyucian) di Pura Pengubengan
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem segera melaksanakan upacara pembersihan. Ritual itu dilakukan, menyusul ulah turis Rusia yang menurunkan celananya saat berada di puncak Gunung Agung beberapa waktu yang lalu.

I Gusti Mangku Jana, Pemucuk Pemangku di Pura Agung Besakih, mengungkapkan, prajuru Desa Adat Besakih akan melakukan paruman untuk membahas ritual pembersihan itu. Selain melibatkan prajuru adat, rapat juga akan melibatkan pihak Desa Besakih dan semua pemangku yang ada di Pura Agung Besakih.

“Prosesi upacara masih dibahas dalam rapat nanti. Yang pasti prosesi upacara pembersihannya akan dipusatkan di Pura Pengubengan Besakih,” ungkap Jro Mangku Jana, belum lama ini.

Buntut oknum turis turunkan celana di puncak Gunung Agung, Desa Adat Besakih akan melaksanakan upacara pembersihan (penyucian) di Pura Pengubengan

 

Sarana upacara atau banten yang akan digunakan, kata Mangku Jana, juga masih dibahas dalam paruman nanti. Kendati demikian, Mangku Jana member gambaran, bahwa banten yang akan digunakan berupa banten pratista dan pecaruan. Sedangkan banten penyerta yang lainnya masih dibahas dalam paruman nanti.

“Upacara pembersihan ini dilaksanakan bertujuan untuk menetralisir dan mensucikan kembali Gunung Agung apalagi dalam waktu akan ada Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih. Prosesi pembersihan akan dilaksanakan sebelum karya,” jelas Mangku Jana, seraya menambahkan, bahwa biaya upacara pembersihan itu semuanta menggunakan dana dari Desa Adat Besakih.

Seperti diketahui, turis Rusia yang membuka celana di puncang Gunung Agung itu bernama Yuri. Dia mengunggah ulahnya itu di akun instagram probadinya, senin (20/3) lalu. WNA Rusia itu mendaki ke puncak Gunung Agung bersama delapan orang temannya, Sabtu (18/3/2023) sekitar pukul 05.30 Wita, tanpa menggunakan pemandu lokal.

“Para WNA itu mendaki pagi-pagi buta dari jalur Pura Besakih. Memang mereka memiliki iktikad yang kurang baik dengan menghindari piket dan tidak membayar administrasi,” kata Koordinator Pendaki Gunung Agung Jalur Pasar Agung, I Wayan Widi Yasa. (tio/bfn)