Bupati Gede Dana Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi di Disnaker

bupati-gede-dana-buka-pelatihan-berbasis-kompetensi-di-disnaker
Bupati Karangasem I Gede Dana menyerahkan secara simbolis   tanda pengenal kepada peserta pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan Dinas Ketenagakerjaan  di Balai Latihan Kerja setempat, Jumat (21/6/2024)
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com-Bupati Karangasem I Gede Dana, membuka pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan Dinas Ketenagakerjaan, di balai latihan kerja (BLK) setempat, Jumat (21/6/2024). Kegiatan itu dihadiri ratusan peserta dan sebagian besar berasal dari kalangan milenial. 

Kepala Disnaker Karangasem, Ida Nyoman Astawa mengungkapkan, jenis pelatihan yang dilaksanakan, yakni Tata Rias Pengantin Bali  yang diikuti 16 orang peserta , Room Attendant (16 orang peserta), Teknik AC Residential (16 orang peserta), Menjahit Pakaian dengan Mesin (16 orang peserta), Pengelola Administrasi Perkantoran (16 orang peserta), Operator Komputer Muda 16 orang, Servis Sepeda Motor Injeksi (16 orang peserta), dan  pelatihan Pemasangan Instalasi Listrik Industri dengan jumlah peserta 16 orang. 

“Dari sejumlah pelatihan yang dilaksanakan ini, satu diantaranya dananya melalui ABPD adalah tata rias, sedangkan sisanya melalui dana APBN,” ucapnya.

Astawa mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan itu sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Karangasem, salah satunya adalah untuk membangun dan mengembangkan SDM yang handal. Disamping itu juga untuk peningkatan kompetensi SDM di Kabupaten Karangasem.

 “Kami berharap, melalui pelatihan ini mampu semakin meningkat kualitas SDM dan disesuaikan dengan kebutuhan kerja. Pelatihan ini  juga bisa dijadikan kompetensi dalam mencari modal untuk mereka berwirausaha secara mandiri,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gede Dana, usai membuka pelatihan itu, mengatakan, bahwa , pemerintah terus siap memberikan lapangan pekerjaan di Karangasem. Bahkan dalam waktu dekat ini Pemerintah melaksanakan job fair. Dan lewat pelatihan ini diharapkan mampu memiliki kemampuan dan keberanian untuk berwirausaha, tidak sekedar menunggu pekerjaan dari pemerintah dan perusahan yang lainnya.

“Kami berharap, selesai pelatihan  para peserta yang ikut latihan  harus bisa membuka usaha sendiri, sehingga bisa mandiri. Dalam berusaha, tidak harus memiliki modal yang besar, bermodal kecil pun bisa. Karena kalau sudah berhasil, maka nantinya bisa  menjadi usaha yang besar,” ajaknya. (ger/bfn)