Bupati Gede Dana Serius 1.069 Tenaga Non ASN Masuk PPPK

bupati-gede-dana-serius-1-069-tenaga-non-asn-masuk-pppk
Bupati Karangasem I Gede Dana sampai saat ini masih serius memperjuangkan nasib 1.069 orang tenaga non ASN di Karangasem
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Bupati Karangasem I Gede Dana sampai saat ini masih serius memperjuangkan nasib 1.069 orang tenaga non ASN di Karangasem, seperti sopir, petugas kebersihan dan petugas keamanan agar bisa mendapatkan hak yang sama dengan tenaga kontrak dan honorer lainnya, yakni diangkat sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Keseriusan Bupati itu disampaikan saat dikonfirmasi wartawan berkaitan nasib ribuan tenaga non ASN tersebut, Rabu (9/7).

Menurut Gede Dana terhadap keberadaan tenaga non ASN tersebut, semua pihak baik pemerintah daerah, provinsi hingga DPR-RI tengah memperjuangkan nasib mereka agar bisa diangkat sebagai PPPK.

“Peluang tenaga sopir, petugas kebersihan dan petugas keamanan untuk diusulkan sebagai PPPK masih terbuka lebar. Karenanya saya terus berjuang ke pusat, agar mereka yang sebelumnya dikeluarkan dari pendataan tahun 2022, bisa dicatatkan kembali dalam data base BKN, sehingga mereka bisa mengikuti seleksi pengadaan ASN,” ungkap Gede Dana.

Gede Dana mengakui, aspirasi dan desakkan tenaga sopir, petugas kebersihan dan petugas keamanan yang bertugas di lingkungan pemerintahan sudah semakin kencang. Desakan tersebut tidak hanya datang dari Kabupaten Karangasem, juga datang dari kabupaten lain di Indonesia.

Menyikapi kondisi itu, kata Gede Dana, Pemkab Karangasem melalui BPSDM, semakin proaktif mengusulkan Kemenpan-RB agar usulan tenaga sopir, petugas kebersihan dan petugas keamanan bisa ikut seleksi dan diangkat sebagai PPPK.

“November tahun 2022 lalu, kami di Karangasem sudah mengusulkan ke Kemenpan-RB agar tenaga sopir, petugas kebersihan dan petugas keamanan yang sudah bekerja dan mengabdi selama lebih dari lima tahun, bahkan ada yang sudah puluhan tahun, bisa diberikan kesempatan untuk ikut seleksi dan diangkat menjadi PPPK. Tahun ini (2024) usulan itu kembali saya sampaikan ke Kemenpan-RB,” pungkas Gede Dana. (tio/bfn)