Cegah Tindak Pidana Korupsi, Kejari Karangasem Gembleng Disdikpora

banner 120x600
Kasi Intel Kejari Karangasem Dewa Gede Semara Putra  saat  membekali para kepala sekolah SMP, Korwil dan Pengawas SD dalam pengelolaan dana BOS yang tepat  guna dan tepat sasaran  di aula Disdikpora  Karangasem, Kamis (31/3/2022) 

KARANGASEM,Balifactualnews.com—Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem turun gunung untuk melakukan pembinaan kepada OPD pengampu kebijakan. Itu dilakukan guna mencegah terjadinya tidak pidana korupsi yang selama ini kerap menghatui jajaran intansi di Lingkungan Pemkab Karangasem.

Langkah awal,  Kejari Karangasem menyasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dengan melibatkan  para kepala sekolah SMP Korwil dan Pengawas SD se Kabupaten Karangasem.  Pembinaan  yang berlangsung, Kamis (31/3/2022) itu, Kajari Aji Kalbu Pribadi SH.MH, menugaskan Kasi Intel I Dewa Gede Semara Putra SH, untuk memberikan materi akan pentingnya para kepala sekolah   di tingkat SMP  dan SD memahami  tindak pidana korupsi yang ada.

Sebagai pemateri,  Dewa Gede Semara Putra, lebih menekankan para kepala sekolah, korwil dan pengawas SD, untuk taat dalam pengelolaan dana BOS sesuai aturan yang ada. Selain itu, Semara Putra juga menggeber delik-delik korupsi dan kiat dalam meminimalisir terjadinya  tindak pidana korupsi.

“Dana BOS yang dikelola pihak sekolah sangat rawan disimpangkan oleh oknum, karena itu diperlukan ada ketaatan menjalankan aturan dari pemangku kebijakan  dalam  pengelolaan dana yang ada,” tegas Semara Putra.

Selain menggeber tentang  resiko ancaman  hukuman tindak pidana korupsi,   Semara Putra juga  menegaskan, agar sekolah (Kepala Sekolah) dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa untuk lebih mengutamakan produk- produk dalam negeri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karangasem, I Wayan Sutrisna, mengatakan, pembinaan ketaatan aturan dalam pengelolaan dana BOS yang dilakukan pada sekolah, dalam upaya efektifitas dan efisiensi yang tepat guna dan tepat sasaran, sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

“Kami berharap pembekalan singkat yang diberikan Kejari Karangasem, para kepala sekolah, korwil dan pengawas sekolah,  lebih efektif dan efisien  dalam pengelolaan dana BOS. Dengan langkah ini kasus terjadinya tindak pidana korupsi akan mampu dicegah,” pungkas  Sutrisna. (tio/bfn)