Cuaca Ekstrim, Bupati Gede Dana Ngider Buana Pantau Bencana

cuaca-ekstrim-bupati-gede-dana-ngider-buana-pantau-bencana
Bupati Karangasem I Gede Dana saat meninjau dampak bencana air bah di Desa Tri Buana, Kecamatan Abang

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Bencana air bah dan tanah longsor yang menerjang beberapa wilayah di Karangasem, menjadi  perharian serius Bupati Gede Dana.  Pasca bencana, Bupati bersama  jajarannya , ngider buana (keliling wilayah) melakukan pemantauan.

Usai melakukan pemantauan bencana di wilayah Kecamatan Selat dan Bebandem, Bupati Gede Dana melanjutkan pemantuan ke wilayah Kecamatan Abang, Rabu (19/10/2022). Pemantauan diawali  di Banjar Dinas Sega, Desa Bunutan. Ditempat itu, banjir bandang menghanyutkan bebatuan, kayu besar serta 15 sepeda motor milik warga.

Bahkan, dua sepeda motor hingga saat ini belum ditemukan. Sedangkan, 59 KK di lingkungan Pekarangan Banjar Dinas Sega juga terilosir. Hal serupa juga terjadi di banjar Dinas Basangalas,Desa Tri Bhuana, sebanyak 17 KK terilosir dan harus mengungsi lantaran akses jalan rusak parah akibat meluapnya air sungai mati di tempat tersebut.

Terhadap kondisi itu, Bupati mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat dalam beberapa hari kedepan masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

“Di prediksi cuaca ekstrem akan terjadi beberapa pekan kedepan sehingga butuh kewaspadaan masyarakat. Sementara mengungsi dulu, cari tempat yang aman saat malam dan kalau turun hujan,” imbau Bupati.

Bupati mengatakan, bencana alam akibat hujan deras hampir terjadi di seluruh wilayah Kecamatan di Karangasem.  Terhadap hal itu pihaknya mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan assessment ditempat yang tedampak.

“Mohon bersabar, usai dilakukan assessment   baru dilakukan penanganan oleh OPD terkait sehingga masyarakat tidak sampai terisolir lagi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Wilayah Banjar Dinas Sega, I Komang Kariana, mengatakan, banjir bandang yang terjadi pada Senin (17/10/2022) sangat cepat. Saat itu, hujan seharian yang membuat air dari pegunungan cukup besar. Selain menghanyutkan sepeda motor milik warga, juga menghanyutkan salah satu warga.

“Warga kami yang sempat hanyut  berhasil selamat karena tersangkut di ranting pohon. Kejadiannya sekitar pukul 19.48 wita,” tuturnya.

Dikatakannya, dari 15 sepeda motor yang hanyut  dua diantaranya belum ditemukan. Selain itu, sebanyak 59 KK atau 177 jiwa yang merupakan warga lingkungan Pekarangan saat ini terisolir karena akses jalan hancur. “Akses Jalan Bunutan-Sega, bisa terelawati tapi harus berhati-hati, karena rentan jebol,” ujarnya lagi.

Sedangkan, di Banjar Dinas Basangalas Kangin, Desa Tri Bhuana, air sungai mati yang meluap hingga menyebabkan akses jalan terputus. Bahkan, aspal jalan banyak terkelupas dan menyisakan lubang yang cukup besar.

Perbekel Tri Bhuana, I Nyoman Kerti, mengatakan, akses jalan dari Basangalas Kangin menuju Pura Pemaksan tidak bisa dilewati. “Itu Sungai mati, airnya ada saat musim hujan, tetapi saat itu tiba-tiba air sungainya meluap karena cukup besar, ada 17 KK di Banjar Basangalas Kangin harus mengungsi, kejadianya sekitar pukul 19.00 wita,” ungkapnya. (tio/bfn)