Daerah  

Demer: Musda Golkar Bali Amanat Munas

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Bali, I Gede Sumarjaya Linggih.


DENPASAR Balifactualnews.com , Pelaksana Tugas (Plt)  Ketua DPD Golkar Bali I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, menegaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat merupakan amanat Munas  X Partai Golkar 2019 lalu.

Pernyataan  politisi senayan asal Desa Tajun, Kecamatan Tejakula, Buleleng itu,  sekaligus meluruskan pemberitaan salah satu media lokal  di Bali, yang  terkesan DPP Golkar mendesak DPD Golkar Bali untuk mempercepat melaksanakan Musda. Demer menilai,  pemberitaan media itu tidak sesuai fakta, karena  sumber yang bicara tidak  disebutkan.  Terlebih  kutipan dalam berita yang menyebutkan “DPP Golkar meminta DPD 1 Golkar Bali gelar Musda (Musyawarah Daerah) dipercepat di Provinsi Bali untuk mengisi kekosongan jabatan Ketua DPD 1 Golkar Bali semenjak ditinggal Ketua DPD 1 Golkar Bali I Ketut Sudikerta, juga dinilai aneh.

Pernyataan yang disebutkan kader Golkar dalam  media itu, kata Demer  tidak benar dan tidak berdasar.  Isi pernyataan tersebut seolah-olah DPD Partai Golkar Provinsi Bali mendapatkan peringatan dari DPP Partai Golkar untuk mempercepat pelaksanaan Musda.  Sejatinya pelaksanaan Musda Provinsi adalah amanat dari Munas X Partai Golkar 2019 yang lalu.

“Jadi, bukan hanya DPD Partai Golkar Bali saja yang akan melaksanakan Musda dalam waktu dekat ini, melainkan seluruh DPD Partai Golkar seluruh Indonesia wajib menyelenggarakan Musda dalam rangka akselerasi konsolidasi organisasi dari Pusat sampai Daerah,” ucap pria  legislator senayan murah senyum ini.

Wakil Komisi VI DPR RI ini juga menyampaikan, bahwa saat Munas X Partai Golkar juga sempat berkembang wacana untuk DPD Partai Golkar yang ketuanya masih berstatus Plt, agar pelaksanaan Musda ditunda hingga selesai proses Pilkada 2020. Dasar pertimbangannya adalah untuk menjaga soliditas seluruh kader Partai Golkar dalam upaya memenangkan Pilkada 2020.

 “Partai Golkar tentunya lebih mempertimbangkan kepentingan-kepentingan yang lebih besar dan berefek jangka panjang dalam setiap mengambil keputusan,” ungkap Demer.

Demer juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat, terutama seluruh kader Partai Golkar Bali agar bijak menyikapi setiap pemberitaan dan pernyataan-pernyataan yang seolah-olah mendiskreditkan Partai Golkar.  Apalagi dengan memakai sumber tidak jelas yang seolah-olah kader Golkar.  “Saya menghimbau agar semua kader  tetap  berhati-hati menyikapi pemberitaan media. Apalagi narasumber yang mengatasnamakan kader senior partai Golkar seharusnya lebih bijak lagi dalam membuat pernyataan di media,”  himbau Demer, seraya menambahkan, pasca Munas X , , Partai Golkar sudah sangat kondusif.

“Dalam jangka pendek, Partai Golkar seluruh Indonesia berkonsentrasi untuk memenangkan calon kepala daerah yang diusung dalam Pilkada Serentak 2020,”  tandasnya.  (rin/tio/ger)