Derita Sakit Batu Ginjal Berkepanjangan, Kakek Asal Sibetan Gantung Diri di Pohon Melinjo

banner 120x600
Petugas Polsek Bebandem saat melakukan olah TKP, atas korban Nyoman Pasek, asal Banjar Dinas Pengawas, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kematian sia sia akibat gantung diri kembali terjadi di Karangasem. Adalah lansia bernama Nyoman Pasek (79), kakek asal Banjar Dinas Pengawas, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di di sebuah pohon melinjo.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, aksi nekat korban itu karena tidak kuat lagi menahan derita sakit batu ginjalyang berkepanjangan.Korban yang tak bernyawa itu ditemukan oleh istri korban Ni Made Rai di kebun miliknya pada Selasa(3/5/2022) sore. Kejadian tersebut saat ini sudah ditangani oleh Polsek Bebandem.

Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Gede Wirya, saat dikonfirmasi menjelaskan, dari laporan ayng diterimanya, kronologis kejadiannya, dimana pada awalnya korban Nyoman Pasek menyuruh istrinya Ni Made Rai untuk mendahului pergi ke kebun salak miliknya.

Lama ditunggu, suami tercintanya tak muncul-muncul. Selanjutnya istri korban pulang, namun sesampainya dirumah korban tidak juga ditemukan. Merasa ada yang tidak beres, Ni made Rai istri korban kemabli mencari suaminya ke kebun salak. Selanjutnya apa yang dilihatnya di depan mata nyaris membuat Made Rai tak percaya, sang suami tercinta sudah tak bernyawa dengan leher terikat tali menggantung di pohon melinjo, kurang lebih 100 meter dari rumahnya.

“Istri korban, Ni Made Rai melihat korban sudah dalam posisi tergantung pada pohon melinjo, kemudian ia kemudian memanggil anaknya, yang selanjutnya bersama warga setempat menurunkan korban dan membawa ke rumahnya,” jelas Kapolsek Bebandem AKP Wayan Gede Wirya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas dari Puskesmas Bebandem, pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban dipastikan meninggal dunia murni karena gantung diri dan pihak keluarga korban sudah menerima kejadian itu dengan iklas. (ger/bfn)