Dewan Dorong Pemkab Daerah Bersihkan Sampras dan Alkes Rusak di RSUD Karangasem

dewan-dorong-pemkab-daerah-bersihkan-sampras-dan-alkes-rusak-di-rsud-karangasem
Foto: anggota Komisi IV DPRD Karangasem, Kadek W Kusmiadewi dan I Komang Mardana Wimbawa menanyakan bekas sampras dan alkes rusak yang menumpuk kepada Kabid Pelayanan RSUD Karangasem.
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Tumpukan bekas sarana prasarana dan alat kesehatan yang sudah rusak di RSUD Karangasem menjadi perhatian serius Dewan, setempat. Selain memakan space ruangan yang ada, tumpukan bekas alkes yang rusak itu dinilai membuat lingkungan tidak nyaman.

Adalah anggota Komisi IV DPRD Karangasem, I Komang Mardana Wimbawa dan Kadek W Kusmiadewi yang menyoroti kondisi itu, saat melakukan sidak ke rumah sakit, Senin (20/5) lalu.

“Pemerintah daerah harus mencarikan solusi dalam penanganan tumpukan sampras bekas dan alkes yang sudah rusak ini. Kondisi ini sudah kami temukan sejak dua tahun lalu, tapi sampai sekarang belum tertangani,” ucap Kusmiadewi.

Ketua Fraksi Partai Gerindra, ini mendesak agar Pemerintah Daerah ambil langkah cepat untuk menangani persoalan itu. Alasanya, jika sampah tersebut secepatnya bisa di hilangkan tentunya space ruang yang ada bisa dipergunakan untuk keperluan yang lainnya.

“Pihak rumah sakit sudah sempat mengajukan penghapusan aset yang sudah rusak itu, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya dari BPKAD. Kami akan pertanyakan lambatnya penanganan dalam rapat kerja nanti,” imbuh Komang Mardana Wimbawa dari Fraksi Partai Golkar.

Baca Juga : Bangkitkan UMKM Nusantara, Krisna Oleh-oleh Hadir di Yogyakarta

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPKAD Kabupaten Karangasem, I Wayan Ardika, mengatakan, bahwa tumpukan sampras bekas dan alkes yang rusak di RSUD, baru tahap pengumpulan data dan klasifikasi, dan belum masuk dalam proses lelang.

“Sampras dan alkes rusak di RSUD Karangasem sampai saat ini belum sampai tahap lelang, baru dalam tahapan pengumpulan data klasifikasi barang yang dapat dilelang atau yang dapat dimusnahkan oleh pihak rumah sakit,” jelas Ardika.

Ia menjelaskan, proses lelang, tahapannya harus melalui penilaian oleh penilai Pemerintah bekerjasama dengan KPKNL. Rencananya, inventarisir terhadap barang bekas dan alkes rusak itu akan diajukan penilaian setelah Agustus bulan ini.

“Saat ini pelaksanaan lelang masih berproses untuk barang berupa kendaraan rusak berat di seluruh OPD. Setelah lelang selesai, baru akan dilanjutkan dengan proses penilaian dan lelang untuk barang inventaris secara bertahap,” pungkas Ardika. (tio/bfn).