Di Karangasem, Proyek Senilai 7 Miliar Akan Dilaksanakan Melalui PL

di-karangasem-proyek-senilai-7-miliar-akan-dilaksanakan-melalui-pl
Pembangunan Gedung MPP dan wantilan kebudayaan di jalan Veteran, Kelurahan Padangkerta ditunda karena dana BKK Provinsi tidak bisa dicairkan.
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com– Ada yang aneh dari kelanjutan pembangunan proyek gedung mall pelayanan publik (MPP) dan wantilan kebudayaan di jalan Veteran, Kelurahan Padangkerta, Karangasem. Proyek yang menyerap anggaran dari bantuan keuangan khusus (BKK) Provinsi Bali itu  direncanakan akan dikerjakan melalui penunjukan langsung (PL).

Proyek tersebut dikerjakan sejak tahun 2023. Namun dalam  perjalanan proyek tersebut diputus kontrak, karena dana BKK  tersebut tidak bisa dicairkan akibat  Pemprov Bali mengalami defisit anggaran. Selain MPP, dua proyek strategis yang mengalami putus kontrak, yakni proyek wantilan kebudayaan dan proyek krematorium di Kecamatan Abang. 

Terhadap pengerjaan proyek lanjutan ini, Dinas PUPR Karangasem rencananya akan melakukan tender ulang. Hanya saja tender ulang hanya berlaku pada proyek krematorium, sedangkan  lanjutan pengerjaan proyek MPP dan wantilan kebudayaan akan dilakukan penunjukan langsung (PL).  

Dinas PUPR berdalih, Penunjukan langsung pada pengerjaan lanjutan proyek MPP dan wantilan kebudayaan  senilai Rp 7,5 miliar karena konstruksinya merupakan satu kesatuan.

“Kelanjutan pembangunan gedung MPP dan wantilan kebudayaan rencananya akan di PL kan, karena konstruksinya  menjadi satu kesatuan.  LKPP  juga membolehkan untuk penunjukan langsung, tapi untuk memutuskannya, kami akan mengundang pendamping dari kejaksaan, Irda dan Bagian Hukum,” kata Kadis PUPR Karangasem Weda Smara, kepada wartawan, Senin (1/4/2024 ).

Weda Smara, mengaku sempat khawatir akan keberlanjutan pembangunan tiga proyek strategis tersebut. Namun kekhawatirannya itu kini sirnah, menyusul Pemprov Bali memberikan lampu hijau dana BKK yang sebelumnya ditunda,  akhirnya akan direalisasikan  pada tahun 2024 ini.

Sebelumnya proyek tersebut terpaksa dihentikan dan terjadi putus kontrak dengan pengerjaan baru sekitar 30 persen. Pada tahun 2024 ini, pengerjaan proyek tersebut akan dilaksanakan hingga rampung. Kelanjutan pembangunan gedung MPP dan wantilan kebudayaan mendapatkan anggaran sekitar Rp 7,5 Miliar, sedangkan proyek Krematorium mendapat anggaran Rp 5,6 Miliar. 

 “Tahun ini, tiga proyek strategis yang bersumber dari dana BKK Provinsi Bali akan dilanjutkan. Sekarang kami masih menunggu SK ditandatangani PJ Gubernur Bali. Info terakhir SK tersebut sudah ada di Biro Hukum,” pungkasnya. (ger/bfn)